Jumat, 11 Januari 2013

Sultan Ageng Tirtayasa - Musuh Besarnya Adalah Kompeni Belanda

loading...
Kisah Sultan Ageng Tirtayasa berikut ini merupakan sekuel dari kisah Sultan Ageng Tirtayasa sebelumnya yang dikudeta oleh anaknya sendiri, Sultan Haji. Kalau kamu belum baca, bisa kamu lihat di sini. Sekuel kedua ini masih berkisah mengenai perlawanan terhadap kompeni Belanda di Banten. Langsung aja yuk kita tambah pengetahuan tentang pahlawan nasional Indonesia :)

Dipimpin Kapiten Tack dan de Saint Martin, Belanda juga menyerang benteng Tirtayasa yang telah dibangun Sultan Ageng Tirtayasa dan dapat menaklukkannya meski menderita kerugian besar. Akan tetapi, sebelum Belanda memasuki benteng tersebut, Sultan Ageng Tirtayasa sempat terlebih dahulu membakar seluruh isi benteng, lalu melarikan diri bersama Pangeran Purbaya dan Pengikutnya. Walau pertahanan terakhir Sultan Ageng Tirtayasa sudah jatuh, namun Belanda tidak otomatis dapat memadamkan perlawanan rakyat Banten.

Diorama perjuangan Sultan Ageng Tirtayasa dan Rakyat Banten melawan Belanda
Sultan Ageng masih mengadakan perjuangan secara gerilya. Tetapi lama kelamaan Belanda dapat mendesak mereka ke wilayah selatan. Hingga kemudian di tahun 1683, Sultan Ageng Tirtayasa tertangkap melalui tipu muslihat Belanda dan Sultan Haji. Beliau akhirnya dipenjara di Batavia sampai meninggal dunia pada tahun 1692.

Atas permintaan pembesar dan rakyat Banten, jenazah Sultan Ageng Tirtayasa dibawah kembali ke Banten. Pemimpin karismatik ini lantas dimakamkan di sebelah utara Masjid Agung Banten. Hingga kini makamnya tak pernah sepi dari peziarah.


Sumber gambar : http://thearoengbinangproject.com/
Sultan Ageng Tirtayasa - Musuh Besarnya Adalah Kompeni Belanda Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown
 

Top