Senin, 25 April 2016

Apakah Amal Sholeh Kita Boleh Diceritakan?

loading...
Kita tentunya pernah melakukan perbuatan yang baik maupun buruk. Ketika telah melakukan perbuatan baik, kadang kita ingin bercerita pada orang lain. Tujuannya adalah agar orang lain itu bisa ikut berbuat baik seperti kita.

Ketika bercerita tentang kebaikan, tentunya orang lain yang mendengar akan termotivasi. Tapi, yang jadi pertanyaan adalah, apakah boleh kita menceritakan amal sholeh kita pada orang lain?
Ilustrasi berbuat kebaikan / Gambar via humanrightsver.tumblr.com
Imam Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, "Firman Allah Ta'ala, 'Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.' (Al Baqarah: 271) mengindikasikan bahwa menyembunyikan sedekah lebih baik daripada menampakkannya, karena yang demikian jauh dar potensi riya' kecuali apabila menampakkan amalan tersebut ada maslahat yang nyata. Misalnya menampakkan perbuatan tersebut untuk memberikan teladan, maka menampakkan amal ini lebih baik.

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Orang yang membaca Al Qur'an dengan keras seperti halnya orang yang menampakkan sedekahnya sedangkan orang yang membacanya dengan lirih seperti orang yang menyembunyikan sedekahnya." Kesimpulannya adalah, menyembunyikan amal itu lebih baik berdasarkan ayat ini. (Tafsir Ibnu Katsir, 1:701)

Ketika orang tersebut melakukan amal sholeh dengan tujuan untuk memberi teladan bagi orang lain sehingga orang lain termotivasi untuk melakukan kebaikan juga, sebagai bentuk pengakuan bahwa Dia adalah Yang Maha Mulia, serta tidak sedikitpun terbersit niat buruk dan sombong di hatinya, maka boleh baginya menceritakan amal sholeh.

Tapi, ketika ia menceritakan amal sholeh dengan tujuan agar disanjung, dipuji, dan timbul sifat riya' di hatinya, maka hal itu yang tidak diperbolehkan.

Wallahu a'lam bishawwab.
Apakah Amal Sholeh Kita Boleh Diceritakan? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top