Kamis, 28 April 2016

Astagfirullah! Sedekah Malah Membawa ke Neraka? Simak Kisahnya!

Salah satu amalan baik kita kepada Allah Ta'ala adalah dengan bersedekah. Sedekah banyak sekali manfaatnnya. Kita bisa mensucikan harta yang kita miliki melalui sedekah. Jangan khawatir miskin, karena sedekah tidak akan membuat pelakunya jatuh miskin. Malahan, membuat si pemberi sedekah makin kaya.

Sedekah memang bentuk amalan yang baik. Tapi ternyata, sedekah ada yang malah membawa pelakunya masuk ke neraka. Bagaimana bisa? Berikut kisahnya.
Ilustrasi sedekah / Gambar via ibtimes.co.uk
Ada tiga orang yang sudah meninggal dan mereka yakin akan dimaksukkan ke surga. Orang pertama dipanggil menghadap Allah Ta'ala. Dia adalah orang yang mati syahid. Allah Ta'ala bertanya pada lelaki itu, "Apa yang telah kau perbuat dengan berbagai nikmat itu?".

Kemudian orang itu menjawab, "Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid." Allah Ta'ala kemudian menyangkalnya, "Kau telah berdusta. Kau berperang agar namamu disebut manusia sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian." Kemudian, lelaki pertama dilemparkan ke neraka jahannam.

Kemudian lelaki kedua dipanggil, ia adalah seorang alim ulama. Kemudian Allah Ta'ala bertanya, "Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat itu?". Sang lelaki menjawab, "Saya telah membaca, mempelajari, dan mengajarkannya Al Qur'an karena Engkau."

Allah Ta'ala berfirman, "Kamu berdusta. Kamu mempelajari ilmu agar disebut sebagai seorang alim dan kau membaca Al Qur'an agar kamu disebut sebagai seorang qari." Kemudian, orang kedua menyusul orang pertama masuk ke neraka.

Orang ketiga adalah seorang yang dermawan. Seperti dua orang sebelumnya, Allah Ta'ala menanyainya, "Apa yang telah engkau perbuat dengan nikmat-Ku." Kemudian orang dermawan itu menjawab, "Saya tidak pernah meninggalkan sedekah dan infaq di jalan yang Engkau cintai, melainkan pasti akan melakukannya semata-mata karena Engkau."

 Sama seperti sebelumnya, Allah Ta'ala menyangkalnya, "Kau berdusta. Kau melakukannya karena ingin disebt sebagai seorang dermawan. Dan begitulah yang dikatakan orang-orag tentang dirimu." Akhirnya, orang ketiga pun ikut menyusul orang pertama dan kedua.

Kisah tersebut terdapat dalam hadits Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dari Abu Hurairah, yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, An-Nasa-i Ahmad, dan Baihaqy. Dalam hadits yang berbeda juga diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim.

Dari kisah tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa ketika kita berbuat baik, janganlah mengharapkan balasan. Niatkan pada hati kita niat yang lurus, niat yang baik. Jangan mengharapkan imbalan atau balasan atas apa yang kita perbuat.

Tanpa meminta balasan pun, Allah Ta'ala akan tetap memberi kita balasan. Mungkin tidak dibalas di dunia, tapi di akhirat. Dan ketika kita meminta dunia dan mengejar-ngejar dunia, Allah Ta'ala akan memberinya. Namun, hal itu sia-sia saja di akhirat. Padahal, tujuan kita untuk hidup adalah mencari bekal kehidupan akhirat.

Allah Ta'ala berfirman, "Dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah." (QS. Al Muddatsir (74): 6-7)

Jangan menyesal berbuat baik, jangan mengharapkan balasan ketika berbuat baik. Allah Ta'ala tahu apa yang kamu butuhkan. Tanpa meminta pun, Allah Ta'ala akan memberikannya. Dan Allah Ta'ala adalah Dzat Yang Maha Adil.