Minggu, 24 April 2016

Cara Mudah Menonaktifkan Autoplay Pada Windows XP

loading...
Meski popularitas windows XP telah tamat, namun masih saja ada yang menggunakan OS legend dari Microsoft ini. Yaaaa paling tidak ini legend bagiku, karena aku mulai belajar mengenal komputer dengan windows XP.

Setelah Microsoft menghentikan dukungannya pada windows XP pada tanggal 8 April 2014, banyak orang beralih untuk menggunakan versi windows di atasnya, yaitu windows vista, windows 7, hingga windows 8. Namun hal ini tak terjadi pada komputer yang di kantornya bapakku. 
windows XP is dead / gambar via faceofmalawi.com
Ya, mereka masih menggunakan windows XP pada salah satu komputer yang digunakan untuk membuat surat kehilangan dan berbagai laporan lainnya. Lantas, apa hubungannya denganku dan cara menonaktifkan auto play windows XP?

PC lawas dan Processor lama

Bayangkan, sebuah komputer berprocessor celeron yang dijalankan dengan sistem operasi yang sudah tak lagi didukung Microsoft. Sebuah perpaduan yang pas untuk komputer yang hanya digunakan pada urusan office (ketik mengetik). 
Di kantornya bapakku ada sebuah komputer dengan spesifikasi yang kita pergunjingkan di atas. Komputer tersebut menjadi bulan-bulanan karena lemotnya. Hingga akhirnya bapak menyuruhku untuk mempercepat komputer itu. Mempercepat kinerjanya maksudnya, bukan mempercepat untuk ditaruh di gudang.

Pemikiran standarku, untuk mempercepat kinerja komputer, maka perlu menambah kapasitas RAM. Setelah aku cek, ternyata RAM komputer tersebut hanya 640 MB, dengan penghitungan 512 MB + 128 MB.

Kemudian kami pun membeli RAM tambahan sebesar 512 MB. Oia, komputer ini masih menggunakan RAM DDR 1. Kami membeli RAM DDR 1 baru dengan harga Rp. 280 ribu. Kami beli di Semarang Computer Center lantai 5 Matahari Mall Semarang.

Ketika bertanya pada toko-toko komputer yang ada di sana, aku seperti ditertawakan, mungkin mereka juga membullyku di dalam hati. Hari gini masih nyari DDR 1? Bukannya itu sudah punah bareng dinosaurus?

Ya beberapa toko komputer di sana sepertinya tak ingin melihat komputer lama menjadi lebih sedikit bertenaga. Sampai akhirnya aku bertanya pada sebuah toko dan toko tersebut juga tak memiliki RAM DDR 1 seperti yang ku inginkan.

Tapi alhamdulillah toko itu memberi tahuku tentang toko lain yang menjual RAM DDR 1. Terima kasih bro, yang aku nggak tahu namanya dan nggak sempat nanya juga .

Anyway, intro artikel ini memang cukup panjang. Dari tadi belum nemu kan inti artikelnya? :D Layaknya lagu, intro artikel ini bisa dibilang seperti lagu-lagunya dream theater.

Setelah berhasil membeli RAM tersebut, aku pun memasangnya pada komputer yang hampir digudangkan itu. Dan hasilnya, komputer jadi tambah lambat! Padahal aku hanya memasang 2 RAM dengan kapasitas 512 MB, dan itupun merknya sama.

Setelah aku coba-coba, ternyata komputer tersebut lebih baik berjalan dengan 1 RAM saja. Aku tidak memberinya satu keping 512 MB, tapi satu keping 1 GB. Dari mana aku mendapatkannya? Itu adalah RAM DDR 1 ku yang dulu. Lalu bagaimana dengan nasib RAM 512 MB yang baru? Aku menyerahkannya pada bapakku dan sepertinya beliau menyimpannya. 
Aku tak berani memintanya karena kupikir aku bersalah dengan menyarankannya membeli RAM baru, padahal aku punya RAM DDR 1 berkapasitas 1GB yang tak terpakai. Lagian aku juga tak terlalu butuh RAM DDR 1, jadi ya biarkan bapakku yang menyimpannya.

Setelah RAM terpasang, komputer tersebut pun aku instal ulang agar lebih baik kinerjanya. Menginstal windows XP membuatkan bernostalgia. Layar biru dengan tulisan putih seperti CMD ditemani dengan loading kuning yang mendatar.

Semuanya seakan menyapaku layaknya bertemu sahabat lama kemudian saling berjabat tangan, bercerita tentang kenangan masa lalu, ketika aku salah instal, mencoba dual booting XP dan linux yang akhirnya menghapus semua isi hardiskku, blue screen, crash dan kesalahan lain yang memberiku banyak pelajaran.

Salah satu kebiasaan lamaku setelah menginstal windows XP adalah membuatnya menjadi lebih cepat dengan mengutak atik registry. Namun sebelum itu, aku selalu menonaktifkan auto play terlebih dulu. Hal ini aku lakukan untuk melindungi komputer dari serangan virus dari flashdisk yang dicolokkan.

Sebagaimana diketahui, flashdisk merupakan media yang sangat rentan tertular virus setelah dicolokkan di berbagai komputer dan laptop. Dengan menonaktifkan auto play, komputer tidak akan langsung terkena virus manakala ada flashdisk bervirus yang dicolokkan. Karena virus memanfaatkan fasilitas auto play ini untuk menyebar dan menginfeksi komputer.

Ketika dulu masih bergelut dengan windows XP, cara menonaktifkan auto play menjadi sebuah teknik di luar kepala yang sudah sangat aku hafalkan langkah-langkahnya. Tapi kemarin ketika ingin menonaktifkan auto play di komputernya bapakku itu, aku jadi gagap. Lupa caranya dan akhirnya browsing :D

Meski teknik lama, tapi cukup bikin bingung juga manakala lupa. Agar tak lagi lupa, aku ingin menuliskannya di sini, barangkali masih ada juga yang membutuhkan :D

Untuk menonaktifkan auto play windows XP, silakan ikut langkah-langkahnya seperti gambar di bawah ini :

Klik Start Program > Run, lalu ketik gpedit.msc setelah itu klik OK.
Pada Computer Configuration pilih System kemudian Turn Of Autoplay

Pada Turn of Autoplay Properties pilih Enabled dan Turn of Autoplay on All Drives kemudian OK

Lakukan hal yang sama pada User Configuration
Gimana, teringat kembali kan? :D Merasa bernostalgia? Semoga bermanfaat dah, sekalian sebagai pengingatku jika lain kali lupa lagi :D Salam OldSchool
Cara Mudah Menonaktifkan Autoplay Pada Windows XP Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown
 

Top