Rabu, 20 April 2016

Hukum Adzan Bagi Wanita

Adzan adalah seruan bagi umat Islam untuk melaksanakan sholat. Adzan dikumandangkan ketika masuk waktu sholat. Adzan umumnya dikumandangkan dengan keras, dan sekarang karena sudah modern, adzan dikumandangkan melalui pengeras suara agar banyak orang yang mendengar dan melaksanakan sholat.

Adzan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dimana ketika itu, beliau memerintahkan seorang lelaki bernam Bilal bin Rabbah untuk mengumandangkan adzan.
Adzan hendaknya dilakukan kaum lelaki / Gambar via YouTube invitingPeople
Sampai sekarang, umumnya adzan dilakukan oleh seorang lelaki. Tapi tak dapat dipungkiri juga bahwa seorang wanita mengumandangkan adzan. Lantas, bagaimana hukumnya?

Menurut hukum, muadzin atau orang yang mengumandangkan adzan adalah lelaki. Wanita tidak disyaratkan untuk mengumandangkan adzan.

Ibnu Muadzir meriwayatkan pula dari Aisyah, bahwa Aisyah pernah adzan dan qamat untuk kaum perempuan. Jadi, perempuan boleh mengumandangkan adzan jika hanya untuk kaum wanita, bukan untuk kaum lelaki. Sebagai wanita, hendaknya menjaga suara untuk menjaga kehormatan kita.

Jadi, boleh bagi kaum wanita untuk adzan jika jama'ah sholat hanya wanita saja. Sedangkan jika ada lelaki, wanita tidak diperbolehkan adzan.