Sabtu, 21 Mei 2016

Hebat! Mahasiswa Unibraw Jaya di Malaysia karena Jaket Anti Mengantuk!

loading...
Mengantuk ketika sedang berkendara sangatlah berbahaya. Tapi mengantuk tak dapat dipungkiri, misalnya ketika kita pulang dari tempat kerja atau dari sekolah, rasa lelah membuat kantuk itu datang. Tapi, kita masih harus berkendara sampai ke rumah.

Biasanya orang mengatasi rasa kantuk dengan minum kopi. Tapi, terlalu banyak meminum kopi tidak baik bagi kesehatan. Dan bagi pengendara motor, tidak bisa minum kopi sambil berkendara. Melihat bahaya mengantuk ketika berkendara, mahasiswa dari Universitas Brawijaya, Malang, menemukan terobosan baru, yaitu jaket anti mengantuk.
Tim SIJAR dengan jaket yang pukau banyak orang / Gambar via warta.co
Jaket yang dibuat oleh tim beranggotakan Muhammad Nur Azis, Azis Yasir N, Ahmad Fauzi, yang ketiganya merupakah mahasiswa Teknik Mesin. Dan dua lainnya berasal dari jurusan yang berbeda, yaitu Novita Qurrota A mahasiswa Kedokteran dan Nardo Golan mahasiswa Teknik Elektro.

Mereka berhasil membuat jaket anti mengantuk yang diberi nama SIJAR (Smart Android Jacket for Safety Riding and Relaxation). Jaket SIJAR ini merupakan pengembangan dari jaket SEJSAR (Smart Electric Jacket for Safety and Relaxation) yang sudah mereka buat sebelumnya.

Tim SIJAR yang diketuai oleh Muhammad Nur Aziz ini berhasil membawa medali emas dalam ajang The 3rd International Innovation Design and Articulation (i-IDeA) 2016 di Malaysia. Ajang itu digelar di University Teknologi MARA (UiTM), Perlis, Malaysia pada 27-29 April 2016.

Hebatnya, tim SIJAR ini mampu mengalahkan 105 tim dari negara Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Dan mereka satu-satunya tim dari Indonesia yang memperoleh medali emas.

Cara bekerja jaket SIJAR ini adalah dengan menggunakan sensor pembaca denyut nadi pengemudi. Ketika denyut nadi berada pada parameter di bawah batas normal per menitnya, maka alarm yang ada pada jaket akan berbunyi.

Fungsi alarm untuk memberikan peringatan bahwa pengguna berada pada kondisi yang kantuk dan lelah. Selain itu, jaket SIJAR dilengkapi juga dengan alat terapi listrik yang berhubungan langsung dengan kulit pengguna. Jadi, ketika mengantuk, alarm akan berbunyi dan listrik akan berfungsi.

Dan ketika denyut nadi normal, maka terapi listrik akan berhenti. Tenang saja karena terapi listrik ini tidak membuat sakit, hanya memberi efek relaksasi agar sirkulasi tubuh berjalan normal dan suplai oksigen kembali maksimal.

Jaket SIJAR ini tak memerlukan baterai agar dapat bekerja. Melainkan dengan memanfaatkan energi panas tubuh untuk memenuhi energi listrik operasionalnya. Perbedaan temperatur antara tubuh dengan lingkungan akan menghasilkan energi listrik melalui media termoelektrik.

Azis menjelaskan bahwa jaket SIJAR ini ditambahkan dua konsep baru, yaitu penambahan oximeter untuk mengukur akurasi oksigen dan penambahan aplikasi android.

Sekarang ini banyak yang menggunakan smartphone berbasis android. Oleh karena itu, jaket SIJAR ini dapat dikendalikan melalui smartphone android dengan menambahkan aplikasi pada android.

Tim juri yang menilai pun senang dengan terobosan baru mereka. Tapi untuk saran, mereka harus melakukan uji coba atas penggunaan jaket SIJAR ini.

Kedepannya, tim SIJAR tidak hanya meningkatkan keamanan, tapi juga kenyamanan pemakai dan desain yang bagus. Karena mereka akan mengembangkannya untuk tujuan komersial juga.

Jadi buat kamu para pengendara motor dan sering berkendara jauh, agar tidak terjadi kecelakaan gara-gara mengantuk, jaket SIJAR ini bisa menjadi pilihan.
Hebat! Mahasiswa Unibraw Jaya di Malaysia karena Jaket Anti Mengantuk! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top