Minggu, 22 Mei 2016

Inilah yang Harus Dilakukan ketika Bermimpi Baik

Islam adalah agama yang lengkap. Mengatur segala hal yang berhubungan dengan kehidupan kita sehari-hari. Aturan ini menuntun kita pada kebenaran dan tujuannya mendekatkan diri kita kepada Allah Ta'ala. Agar kita juga selamat di dunia maupun di akhirat.

Dalam hal ini, mimpi diatur juga di dalam Islam. Bahkan, mimpi juga dikatakan hal yang penting. Karena mimpi datang bisa merupakan pertanda bagi manusia. Mimpi sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu mimpi baik yang datangnya dari Allah Ta'ala, mimpi buruk yang datangnya dari setan, dan mimpi karena khayalan manusia itu sendiri.
Ilustrasi mimpi indah / Gambar via flickr.com
Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Mimpi itu ada tiga macam. Yakni mimpi yang baik sebagai kabar gembira dari Allah Ta'ala, mimpi menakutkan atau menyedihkan yang datangnya dari setan, dan mimpi yang timbul karena ilusi angan-angan atau khayalan seseorang." (HR. Muslim)

Karena mimpi baik datangnya dari Allah Ta'ala, ketika mendapatkannya kita pun harus melakukan beberapa hal, antara lain :
  1. Gembira atas Mimpi Tersebut

    Mimpi baik datangnya dari Allah Ta'ala, itu bisa menjadi pertanda baik. Dan hendaknya kita pun senang dengan datangnya mimpi tersebut. Dalam sebuah hadits, "Dan jika dia bermimpi baik maka bergembiralah dan jangan menceritakannya kecuali kepada orang yang dikasihi." (HR. Muslim)
  2. Memuji Allah Ta'ala

    Berterimakasih serta memuji Allah Ta'ala karena diberi mimpi yang baik. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang disukainya, maka itu berasal dari Allah Ta'ala, hendaklah ia memuji Allah Ta'ala karenanya, dan hendaklah menceritakannya." (HR. Al Bukhari)
  3. Menafsirkan dengan Tafsir yang Baik

    Ketika mimpi ditafsirkan, hendaklah menafsirkannya dengan hal yang baik. Karena, mimpi dapat terjadi sesuai dengan tafsir dan keyakinan. Jika ditafsirkan baik, maka akan terjadi hal yang baik.

    "Mimpi itu berada di kaki burung (mengambang) selama tidak di ta'birkan/ditafsirkan, jika dita'birkan bisa jadi mimpi itu akan terjadi." (HR. Ibnu Majah; shahih)
  4. Menceritakan Kepada Orang yang Disukai, bukan Orang yang Dibenci

    Ketika bermimpi baik, hendaklah menceritakan pada orang yang disukai, bukan orang yang dibenci. Pada masa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dahulu, selepas sholat subuh beliau selalu bertanya pada para sahabat siapa yang bermimpi baik malam tadi. Dan orang yang disukai para sahabat adalah Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Itulah hal yang harus dilakukan ketika mendapat mimpi yang baik. Jangan lupa berdo'a sebelum tidur agar tidur kita mendapatkan kebaikan dan dijauhkan dari hal buruk.