Sabtu, 07 Mei 2016

Lebih Memilih Miskin yang Sabar atau Kaya yang Bersyukur

loading...
Jika disuruh memilih, lebih baik memilih miskin yang sabar atau kaya yang bersyukur? Kedua pilihan ini sama-sama baiknya. Kita pun akan kebingungan ketika disodori dua pilihan ini.

Kebanyakan dari kita akan memilih keduanya, tapi dari yang memilih satu diantaranya, pasti lebih banyak memilih kaya yang bersyukur. Hal ini karena kita lebih siap menerima kekayaan daripada kemiskinan. Padahal dua-duanya itu merupakan ujian dari Allah Ta'ala.
Ilustrasi miskin dan kaya / Gambar via easyhometutor.com
Dalam sejarah, kita mengenal kisah Nabi Ayub Alaihissalam dan Nabi Sulaiman Alaihissalam. Keduanya diciptakan dalam kondisi yang sangat berbeda. Allah Ta'ala menciptakan Nabi Ayub Alaihissalam adalah sosok yang sangat penyabar, dengan segala cobaan yang diterimanya.

Awalnya Nabi Ayub Alaihissalam adalah orang yang sangat kaya. Hartanya melimpah, anaknya pun banyak. Namun, Allah Ta'ala mengujinya dengan membalikkan keadaannya. Hartanya habis dan anaknya meninggal dalam sekejap.

Sanak saudara pun menjauhinya karena ia menderita penyakit kulit yang sangat parah hingga orang lain tak berani mendekatinya. Ia makan dari satu sampah ke sampah yang lain. Beruntung, istri Nabi Ayub Alaihissalam sangat setia padanya. Ia tidak meninggalkan Nabi Ayub Alaihissalam seperti sanak saudaranya.

Sebaliknya, Nabi Sulaiman Alaihissalam diciptakan Allah Ta'ala sebagai orang yang kaya. Raja dari segala makhluk. Mulai dari manusia, jin, hewan, dan semua makhluk di bumi ini. Dan Nabi Sulaiman Alaihissalam tetap bersyukur kepada Allah Ta'ala. Ia tidak sombong dan tidak takabur.

Kedua manusia ciptaan Allah Ta'ala ini diceritakan dalam Al Qur'an surat Shad ayat 30 dan 44, yang artinya: "Dia (Sulaiman dan Ayub) adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia orang yang suka bertaubat."

Surat ini mengandung arti bahwa, baik miskin yang sabar ataupun kaya yang bersyukur, keduanya sama-sama baik di hadapan Allah Ta'ala. Yang membedakan hanyalah ketaqwaannya kepada Allah Ta'ala.

Dalam surat Al Hujurat ayat 13, Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah Ta'ala diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa."

Bagaimanapun keadaan kita, tetaplah kita bertaqwa kepada Allah Ta'ala.
Lebih Memilih Miskin yang Sabar atau Kaya yang Bersyukur Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top