Selasa, 28 Juni 2016

Mencium Tangan Kyai, Bagaimana Hukumnya?

Orang yang pandai dalam ilmu agama Islam seringkali disebut dengan kyai atau ustadz. Mereka yang dianggap paling memahami segala hal tentang Islam, mulai dari hukum-hukumnya, ibadah, atau hal lain yang berhubungan dengan agama Islam.

Karena hal inilah, kyai, ustadz, ulama, sangat dimuliakan. Orang-orang pun seringkali berebut untuk mencium tangan orang-orang soleh tersebut. Lalu, bagaimana hukum mencium tangan kyai tersebut?
Ilustrasi / Gambar via alapn.com
Mencium tangan orang yang dianggap soleh, alim, zuhud, atau wara' misalnya kyai itu sunnah hukumnya. Bahkan para sahabat di zaman Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam juga mencium tangan beliau ketika bertemu.

Dalam hal ini, ada salah satu peristiwa dimana Ibnu Umar RA yang pernah mencium tangan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Hal ini terdapat dalam hadits Abu Dawud, 'Diriwayatkan dari Ibnu Umar RA bahwa ia pernah ikut dalam salah satu pasukan infantri Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kemudian ia menuturkan sebuah kisah dan berkata: "Kemudian kami mendekati Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan mengecup tangannya".'

Mencium tangan seorang ahli akhirat seperti kyai itu sunnah hukumnya. Bukan untuk mengkultuskan mereka, melainkan karena kesolehan, kealiman, kezuhudan, atau kewara'annya, serta dalam rangka bertabarruk atau mencari berkah.

Wallahu a'lam bishawab.
Mencium Tangan Kyai, Bagaimana Hukumnya? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top