Senin, 27 Juni 2016

Zakat Diberikan Kepada Saudara, Bagaimana Hukumnya?

loading...
Zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan yang lainnya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariah.

Zakat umumnya diberikan di waktu-waktu tertentu, misalnya zakat fitrah diberikan ketika bulan Ramdhan hingga menjelang Idul Fitri dan zakat maal yang diberikan berdasarkan penghasilannya. Yang menjadi pertanyaan sekarang yaitu bagaimana hukumnya jika zakat diberikan kepada saudara sendiri?
Zakat baik diberikan kepada saudara / Gambar via emirates247.com
Jika pertanyaannya adalah bagaimana hukum zakat yang diberikan kepada saudara, maka jawabannya adalah boleh, tapi ada syaratnya. Syarat pertama adalah saudara tersebut termasuk ke dalam delapan golongan penerima zakat, antara lain fakir, miskin, gharim, muallaf, sabilillah.

Syarat kedua adalah, ia bukanlah orang yang wajib dinafkahi oleh si wajib zakat. Misalnya saudara wanita yang belum menikah, sementara orang tua tidak menafkahi, maka saudara laki-laki yang sudah baligh atau sudah bekerja wajib menafkahi.

Dalam hal ini, dibahas dalam Fatwa Nur 'ala ad-Darb, mengatakan, "Jika saudari anda tinggal terpisah, di rumah sendiri, sementara dia tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, maka anda boleh memberikan zakat untuknya. Namun jika dia tinggal bersama anda, dan anda yang memberi nafkah, tidak boleh anda berikan zakat anda kepadanya. Karena dia dicukupi dengan mendapat nafkah dari anda."

Namun, zakat yang dilakukan kepada saudara selain membantu saudara bisa juga mempererat tali persaudaraan antar saudara.

Wallahu a'lam bishawab.
Zakat Diberikan Kepada Saudara, Bagaimana Hukumnya? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top