Rabu, 13 Juli 2016

Apakah ketika Dirias jadi Pengantin Boleh Menjamak Sholat?

loading...
Kita pasti sering mendengar tentang jamak sholat. Ketika bepergian jauh, kita boleh menjamak sholat agar kita tidak terlewatkan waktu sholat. Agama Islam juga agama yang menyenangkan, tidak menyusahkan penganutnya.

Ketika seorang wanita menikah, pasti dirinya akan dirias. Tentu tak mungkin menghapus riasan setiap waktu sholat tiba dan dengan alasan apapun wanita tidak boleh meninggalkan sholat kecuali sedang berhalangan. Jadi, apakah ketika dirias menjadi pengantin seorang wanita boleh menjamak sholatnya?
Rias pengantin / Gambar via shanilascorner.com
Agama Islam itu memudahkan, dan salah satu bentuk kemudahan dalam agama Islam adalah untuk menjamak sholat. Boleh menjamak sholat apabila syarat-syarat menjamak sudah terpenuhi. Karena menjamak tidak boleh asal menjamak.

Dari empat mazhab yang ada, kita menemukan khilafiyah atau perbedaan pendapat tentang hal apa saja yang membolehkan orang untuk menjamak sholat. Satu yang disepakati oleh ulama empat mazhab tanpa adanya perbedaan adalah haji. Ketika menunaikan ibadah haji saat berada di Arafah dan Mina, disyariatkan untuk menjamak sholat. Namun selain hal ini, para ulama berbeda pendapat.

Khilafiyah dalam Kebolehan Menjamak :
  1. Mazhab Al-Hanafiyah

    Menurut mazhab Al Hanfiyah, menjamak sholat hanya diperbolehkan ketika orang melakukan ibadah haji, yaitu ketika berada di Arfah dan Mina pada tanggal 9 sampai 12-13 Dzulhijjah. Karena menurut mazhab ini, hanya alasan inilah yang tegas.

    Jadi, jika hanya bepergian atau menjadi musafir saja, tidak dalam rangka haji, tidak diperbolehkan menjamak sholat. Apalagi ketika hujan, sakit, dan dirias menjadi pengantin saja. Maka hukumnya haram menjamak sholat dan dalilnya sama sekali tidak dapat diterima.
  2. Mazhab Al Malikiyah

    Mazhab ini lebih longgar dari sebelumnya, memiliki enam alasan untuk dibolehkan menjamak sholat. Keenam hal itu adalah safar, hujan, lumpur di kegelapan, sakit, Arafah dan Mudalifah. Semuanya telah disebutkan dalam hadits. Tapi dari keenam hal ini, kita tidak melihat adanya alasan pengantin yang dirias.
  3. Mazhab Asy-Syafi'iyah

    Mazhab Asy-Syafi'iyah hanya menyebutkan hal yang membolehkan sholat jamak terbatas pada haji, safar dan hujan dengan syarat tertentu. Sedangkan ketika sakit, tetap tidak boleh menjamak sholat. Alasannya adalah karena tidak ada hadits yang menyatakan bahwa ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sakit, beliau menjamak sholat. Sakit saja tidak boleh dijamak apalagi hanya dirias karena menjadi pengantin.
  4. Menjamak tanpa Udzur

    Bagi mereka yang menganut ini tidak melandaskan pada dalil yang shahih. Mereka dengan seenaknya menjamak sholat karena meeting, macet di jalan, menonton bioskop, dan alasan lainnya yang tidak ada dalilnya. Padahal dibalik itu semua, mereka melakukannya karena malas saja.

    Begitu juga dengan ketika seorang wanita menikah dan takut riasannya luntur, tetap saja sholat lebih utama. Tetap seorang wanita yang menikah tidak boleh menjamak sholatnya.

Lalu, bagaimana jalan keluar untuk masalah ini?

Jalan keluarnya adalah menahan wudhu. Tahan jangan sampai wudhu batal, karena sholat tetap sah dilakukan meski sudah memakai riasan. Jika ingin melakukan tayamum boleh, asalkan sudah tidak ada air sama sekali. Jika kita yakin, pasti Allah Ta'ala memberikan kemudahan bagi kita.

Wallahu a'lam bishawwab.
Apakah ketika Dirias jadi Pengantin Boleh Menjamak Sholat? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top