Minggu, 24 Juli 2016

Bagaimana Aturan Membuat Janji dalam Islam?

Ketika seseorang sedang berbicara dengan orang lain, terkadang ada hal yang harus disepakati atau dibuat janji. Misalnya ketika akan bertemu dengan orang lain atau akan mengerjakan suatu hal.

Janji itu boleh dilakukan, asalkan dapat menepatinya. Janji jangan hanya berupa ungkapan lisan yang tak terbukti, tapi berikan aksi nyata dan tepatilah janji tersebut. Hal itu dikarenakan janji tak hanya antara manusia dengan manusia, tapi juga antara manusia dengan Allah Ta'ala.
Membuat janji / Gambar via britishcourse.com
Dasar kita wajib menepati janji adalah :
  1. Ciri Orang Beriman adalah Menunaikan Janji

    Dalam surat Al Mu'minun : 1-6, Allah Ta'ala berfirman, "Telah beruntunglah orang-orang beriman, yaitu yang ... dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya." Jadi, dalam Al Qur'an pun Allah telah menyebutkan bahwa orang yang beriman adalah mereka yang menepati janji.
  2. Ingkar Janji Merupakan Sifat Bani Israil

    Berkebalikan dengan poin sebelumnya, bahwa ingkar janji merupakan sifat dari Bani Israil. Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 40, "Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut." 
  3. Ingkar Janji adalah Perbuatan Setan

    Sama seperti Bani Israil bahwa ingkar janji adalah perbuatan setan. Setan senang membuat janji-janjji palsu untuk mengelabuhi manusia dan menjerumuskan manusia dalam kesesatan. Setan akan senang jika manusia termakan janji palsunya.

    "Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka." (QS An-Nisa : 120) 
  4. Perintah Allah Ta'ala dalam Al Qur'an

    Inilah yang terpenting bahwa menepati janji adalah perintah dari Allah Ta'ala. Setiap muslim wajib menepati janji yang telah ia ucapkan.

    Allah Ta'ala berfirman, "Dan tepatilah perjanjian dengan Allah Ta'ala apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah Ta'ala sebagai saksimu. Sesungguhnya Allah Ta'ala mengetahui apa yang kamu perbuat." (QS An Nahl : 91)
Janji yang telah diucapkan haruslah ditepati. Oleh karena itu, jangan suka mengumbar janji, pikirkan dulu apakah bisa menepatinya atau tidak. Dan buatlah janji yang baik-baik saja, jangan membuat janji yang dapat mencelakakan diri sendiri maupun orang lain.
Bagaimana Aturan Membuat Janji dalam Islam? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top