Senin, 18 Juli 2016

Hebat! Negara ini Berhasil Menggagalkan Kudeta!

Kudeta militer merupakan salah satu aksi politik ekstrem yang dapat dialami oleh negara manapun. Tentara dengan dukungan penuh dari rakyat ataupun tidak, berupaya mengambil alih pemerintahan. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan visi.

Kudeta tentu saja menjadikan keadaan negara semakin genting dan tidak aman. Betapa tidak, tentara yang menjadi pagar pertahanan negara malah menyerang pemerintahan dan berniat untuk menggulingkannya. Kabar baiknya, tak semua aksi kudeta berjalan lancar. Ada juga kudeta yang tidak berhasil.

Inilah negara yang berhasil menggagalkan kudeta di negaranya :
  1. Kudeta Kenya, Tahun 1982

    Daniel Arap Moi, adalah pemimpin negara Kenya yang memimpin Kenya selama 24 tahun. Ketika Moi berkuasa, ia menjadi sangat otoriter. Kenya diubah menjadi satu partai dan karena itu pada tahun 1982, sekelompok tentara sepakat menggulingkan sang diktator Kenya itu.

    Upaya ini didukung oleh tentara Angkata Udara. Meski statusnya Angkatan Udara, tapi para tentara ini menyerang wilayah darat, tanpa pesawat bom ataupun jet tempur.
    Kudeta Kenya / Gambar via a24media.com
    Para tentara ini menjarah toko dengan anarkis, hal ini membuat simpati rakyat menjadi menurun. Hanya beberapa mahasiswa saja yang mendukung aksi tentara ini. AKhirnya, Moi berhasil mengkonsolidasikan kekuatan dengan milisi sipil dan tentara lain yang masih loyal, sehingga Moi dan yang ada di pihak Moi berhasil menggagalkan kudeta.
  2. Kudeta Turki, Tahun 2016

    Yang baru-baru ini terjadi adalah kudeta di Negara Turki. Kudeta ini terbilang bukan yang pertama kali, karena sebelumnya juga sudah terjadi di tahun 1961. Dan ternyata, sudah ada lima kali upaya kudeta dalam sejarah Negara Turki.

    Kudeta ini terjadi di Kota Ankara dan Istambul, dimana militer Turki tiba-tiba melakukan kudeta tanpa sebab apapun terhadap Presiden Reccep Tayyip Erdogan. Selain di Kota Ankara dan Istambul, beberapa militer juga membom hotel yang digunakan Erdogan untuk menginap di Marmaris.
    Turki / Gambar via irishtimes.com
    Erdogan tak gentar, para rakyat pun banyak yang membela Erdogan. Beberapa polisi yang loyal pada Erdogan pun berusaha menangkap tentara. Akibat peristiwa ini, setidaknya ada 60 orang tewas dan akhirnya sebanyak 335 tentara yang terlibat kudeta ditahan.
  3. Kudeta Uni Soviet, Tahun 1991

    Rusia yang sebelumnya adalah Uni Soviet pun pernah mengalami kudeta pada 19 Agustus 1991. Ini terjadi karena krisis politik yang melanda negara tersebut, dan mengubah nasib bangsa Soviet selama-lamanya. Sang pemimpin, Mikahil Gorbachev, tiba-tiba ditahan oleh beberapa pejabat partai serta tentara berhaluan garis keras.

    Tak hanya tentara, sejumlah menteri dan pejabat keamanan negara pun ikut terlibat dalam kudeta ini. Gorbachev dibawa paksa dari Istana Kremlin menuju rumah peristirahatan di Semenanjung Crimea dan dijadikan tahanan rumah.
    Uni Soviet / Gambar via en.wikipedia.org
    Para penculik menganggap Gorbachev berkhianat terhadap cita-cita sosialisme, karena hendak melakukan reformasi ekonomi, membuka arus informasi, serta memberi otonomi yang lebih besar bagi negara bagian Soviet.

    Yang mengagetkan justru ketika penggagalan upaya kudeta yang dilakukan oleh Boris Yeltsin. Padahal, Yeltsin merupakan seteru dari Gorbachev. Namun sayang, setelah kudeta berhasil digagalkan, reputasi Gorbachev justru turun karena Estonia, Latvia, dan Lithuania memisahkan diri dari Uni Soviet.
  4. Kudeta Filipina, Tahun 1989

    Cory, yang memiliki nama lengkap Corazon Aquino, awalnya adalah ibu rumah tangga biasa di Filipina. Sang suami, Benigno Aquino, merupakan senator yang populer di kalangan rakyat kecil. Nasib Cory berubah ketika sang suami ditembak mati oleh suruhan Presiden Ferdinand Marcos di Bandar Manila setelah pulang dari pengasingan pada 1983.

    Cory dan senator Salvador Laurel kemudian dengan berani turun langsung mengambil alih kepemimpinan oposisi menentang Marcos. Marcos berhasil disingkirkan setelah kalah dalam pemilu 1985, kemudian terjadi unjuk rasa besar yang biasa disebut people power dalam sejarah Filipina.
    Filipina / Gambar via timawa.net
    Dalam perjalanannya menjadi pemimpin, Cory menghadapi berbagai upaya kudeta oleh militer, dari Juli 1986 hingga Desember 1989. Menghadapi kudeta ini, Cory meminta bantuan pada Amerika Serikat dan Amerika Serikat langsung mengirimkan pesawat tempur untuk memulihkan keadaan. Hanya dalam dua hari, situasi berbalik.

    Tentara yang awalnya loyal pada Cory mengerahkan senjata berat. Kejadian ini menimbulkan 99 orang tewas dan 570 lainnya luka-luka setelah perang selama lima hari. Dan kudeta berakhir setelah tujuh hari perlawanan.
  5. Kudeta Venezuela, Tahun 2002

    Hugo Chavez merupakan pemimpin Venezuela yang berasal dari militer. Hugo pernah memimpin usaha untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Carlos Andres Perez yang dianggap tak becus mengatasi ekonomi negara tersebut. Gerakan kudeta ini dapat ditumpas dalam waktu singkat, namun Hugo malah menjadi sosok yang lebih populer di masyarakat.
    Venezuela / Gambar via cpcml.ca
    Kemudian Hugo berhasil memenangkan pemilu. Hugo mengubah Venezuela menjadi negara sosialis yang mengedepankan program populis bagi rakyat. Ketua Federasi Kamar Dagang Venezuela, Pedro Carmona, memproklamirkan diri sebagai presiden baru. Hal ini justru ditentang oleh rakyat yang menjadi loyalis Hugo. Kelompok kudeta ini akhirnya berhasil ditaklukkan.
Menegangkan ya aksi kudeta para oknum militer ini!
Hebat! Negara ini Berhasil Menggagalkan Kudeta! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top