Jumat, 29 Juli 2016

Masih Miskin Meski Sudah Hidup Sesuai Syariat? Kenapa ya?

Apa yang kamu cari dalam kehidupan ini? Apa yang kamu cari dari mengikuti suatu agama, dalam hal ini Islam? Pernahkah pertanyaan itu terlintas sesekali di fikiran? Mungkin sebagian dari kita mengiyakan.

Sebenarnya, apakah tujuan utama orang-orang memeluk agama Islam? Apakah hanya mencari untungnya saja? Sebagian mungkin merasa sudah melakukan sesuai apa yang diperintahkan agama, tapi hidup yang ia jalani masih tetap susah, sebenarnya ada apakah ini? Apa yang salah?
Ilustrasi Masih miskin meski sudah hidup sesuai syariat? / Gambar via icna.org
Dalam hal ini, sahabat Ibnu Abbas pernah bercerita dan cerita ini dikisahkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Dahulu kala ada beberapa orang Arab yang datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk masuk Islam. Setelah mereka pulang ke kampungnya, mereka memperhatikan apakah setelah masuk Islam penghasilannya bertambah atau malah berkurang.

Jika setelah masuk Islam mereka banyak yang mendapatkan hujan, panen bertambah, ternak makin banyak, kemudian banyak anak laki-laki yang lahir, maka mereka akan berkomentar, "Agama yang baru ini sangat bagus, terus istiqomah untuk berpegang dengannya." Namun jika yang terjadi sebaliknya, mereka akan berkomentar, "Agama kita yang baru ini tidak ada sisi baiknya."

Mengenai hal ini, Allah Ta'ala berfirman dalam surat Al Hajj ayat 11, "Ada beberapa orang yang mereka beribadah kepada Allah Ta'ala di pinggiran. Kalau dia mendapat kebaikan, dia merasa tenang dengan Islam. Namun ketika dia mendapatkan fitnah, mendapatkan ujian dia berpaling, dia murtad. Allah Ta'ala sebut orang ini rugi dunia akhirat."

Hal seperti ini mungkin ada di kehidupan masa sekarang, dimana seseorang sudah yakin bahwa pekerjaan yang ia lakukan sudah terhindar dari riba, bahkan mereka rela meninggalkan pekerjaannya yang berhubungan dengan riba ke pekerjaan syariah yang lebih halal. Tapi, mereka belum menemui titik kesuksesannya, kehidupan yang dijalani masih sama saja.

Mari kita luruskan, apa tujuan kamu bekerja? Apakah hanya agar bertahan di dunia? Mendapatkan nikmat dunia saja? Tentu tidak, karena kita bekerja juga mempertimbahkan akhirat.

Mungkin setelah meninggalkan pekerjaan kita terdahulu yang penuh riba dan kini menjalankan pekerjaan yang syariah, kita akan menemui berbagai perbedaan termasuk juga hambatan. Karena dalam perjalanannya tak semudah seperti apa yang dibayangkan. Pasti ada jatuh bangunnya.

Seharusnya, ketika kita bekerja harus yakin bahwa syariat yang Allah Ta'ala buat bukan untuk keuntungan di dunia saja, melainkan juga keuntungan akhirat. Bisa jadi jika belum diberi kenikmatan di dunia, Allah Ta'ala sudah menyiapkan kenikmatan di akhirat untuk kita. Betapa nikmatnya hal itu?

Oleh karena itu, tetaplah istiqomah menjalankan syariat Allah Ta'ala. Karena setiap usaha yang dilakukan di jalan Allah Ta'ala, pasti akan mendapatkan balasan yang indah juga dari Allah Ta'ala.

Wallahu a'lam bishawab.