Jumat, 22 Juli 2016

Ngeri! Hewan Diperlakukan Kejam dalam Tradisi ini!

loading...
Sama seperti manusia, hewan pun juga termasuk makhluk hidup yang wajib dilindungi. Bahkan, undang-undang pun sudah dibuat untuk melindungi hewan. Ada juga hewan-hewan yang hampir punah dan sebagai warga negara yang baik, kita wajib melindunginya.

Namun sayangnya, nampaknya undang-undang masih ada yang dilanggar oleh beberapa negara. Hal ini dikarenakan masih ada negara yang memperlakukan hewan-hewan seenaknya dan memperlakukannya secara kejam. Lebih mencengangkan lagi bahwa kekejaman ini dilakukan oleh negara-negara yang peradabannya sudah maju, dengan alasan mempertahankan tradisi nenek moyang.

Inilah tradisi di dunia yang memperlakukan hewan secara kejam :
  1. Rapa das Bestas

    Rapa das Bestas adalah tradisi bergulat dengan kuda. Tradisi ini dilakukan di kota Galicia, Spanyol, dan sudah berlangsung sejak 403 tahun yang lalu. Rapa das Bestas dilakukan dengan empat sampai lima orang yang mengejar-ngejar kuda liar kemudian mengajak kuda tersebut bergulat.
    Rapa das Bestas / Gambar via en.wikipedia.org
    Kuda itu dipaksa hingga terkadang kaki kuda patah, luka, dan keseleo pun tak bisa dihindari. Setelah para manusia ini berhasil menaklukkan kuda, mereka akan mencukur habis rambutnya hingga botak.
  2. Festival Musim Salju dengan Memanah Ayam Hidup

    Ayam memang hewan ternak yang bisa dikonsumsi, tapi sebelum dikonsumsi ayam harus disembelih dengan cara yang layak. Hal ini agar ayam tak mengalami penderitaan dan ia dapat segera mati. Namun, di Yanbian, Provinsi Jilin, China, ada sebuah desa yang ditempati masyarakat keturunan China Korea, dimana mereka memanah ayam hidup-hidup untuk merayakan festival musim salju.
    Festival musim salju dengan memanah ayam / Gambar via chinasmack.com
    Mereka akan menggantung ayam tersebut dan kemudian memanahnya. Orang yang berhasil memanah ayam paling banyak, dialah pemenangnya dan poin terbesar didapat apabila berhasil mengenai kepala ayam. Festival ini dilakukan untuk membuktikan keahlian memanah, dimana penduduk asli Yabian dikenal jago memanah. Meskipun ayam adalah binatang ternak, tapi festival ini mendapat kecaman keras.
  3. The San Vicente de Martir

    Masih dari negara Spanyol, ada tradisi mengerikan yaitu The San Vicente de Martir, yang dilakukan di Desa Manganeses de la Polvorosa. Tradisi ini dilakukan dengan melempar kambing dari atas menara. Para warga percaya bahwa kambing yang dilempar tidak akan mengalami luka atau cedera sedikitpun.
    The Vicente de Martir / Gambar via easyvoyage.co.uk
    Padahal, kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada kambing itu bukan? Dijatuhkan dari atas menara tentu saja akan membuat makhluk hidup cedera. Dan pemerintah Spanyol akhirnya melarang festival yang diadakan sejak tahun 2002 itu.
  4. Goose Pulling

    Goose Pulling / Gambar via amusingplanet.com
    Goose Pulling adalah olahraga tradisional yang ada di Amerika Utara, Belanda, Inggris, Jerman, serta Belgia, dimana tradisi ini dilakukan dengan menarik leher angsa hingga putus. Tradisi ini sudah berlaku sejak abad ke 17 hingga sekarang. Untungnya, sejak tahun 2008 lalu angsa yang digunakan adalah angsa mati, jadi yang ditarik lehernya bukan angsa hidup lagi.
  5. Pero Palo
    Pero Palo merupakan tradisi dari negara Spanyol yang menjadikan keledai sebagai objek hiburan. Tradisi ini bermula dari warga Villanueve de la Vera yang menangkap basah pelaku asusila. Kemudian, pelaku itu diarak keliling desa sambil disiksa kemudian dieksekusi mati. Sekarang untuk memperingati peristiwa itu, para warga menggantinya dengan keledai.
    Pero Palo / Gambar via hoy.es
    Keledai tak berdosa itu diarak keliling desa sambil disiksa. Kemudian, para penduduk akan melempari keledai itu dengan batu, memukul, hingga ada yang menyulut petasan di kaki keledai itu hingga mati.
  6. Krakelingen

    Krakelingen / Gambar via emmawoodphotos.co.uk
    Krakelingen merupakan tradisi menelan ikan hidup-hidup yang dilakukan oleh warga Belgia. Orang-orang yang terlibat dalam festival itu akan menari-nari dan bernyanyi berarak-arakan keliling kota. Puncaknya, mereka akan menyaksikan sang walikota menelan ikan hidup-hidup yang dimasukkan ke dalam minuman.
  7. Toro Jubilo

    Toro Jubilo adalah tradisi mengerikan dengan banteng di Spanyol. Negera yang berjuluk Negeri Matador ini seolah memiliki banyak sekali ritual sadis bagi hewan. Toro Jubilo dilakukan dengan melumuri wajah banteng dengan tar, kemudian membakarnya. Ritual ini dilakukan di alun-alun kota.
    Toro Jubilo / Gambar via dailymail.co.uk
    Banteng yang terbakar wajahnya akan berlari kesakitan mengejar orang-orang di sekitarnya. Tak jarang, mata banteng malang tersebut akan buta dan lebih mengerikan lagi banteng-banteng itu mati karena menabrak dinding kota dengan kondisi wajah hancur.
Mengerikan sekali ya tradisi-tradisi tersebut? Meski mengatas namakan tradisi, jika menyiksa hewan tentu saja tidak boleh dilakukan. Jika ingin tetap melestarikan tradisi, ada baiknya hewan-hewan itu diganti saja dengan hewan palsu atau dilakukan dengan simbolis agar tidak ada hewan yang tersakiti.
Ngeri! Hewan Diperlakukan Kejam dalam Tradisi ini! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top