Minggu, 17 Juli 2016

Penghasilan tidak Tetap? Ini Tips untuk Menyiasatinya!

Pendapatan tidak tetap merupakan pendapatan individu yang didapatkan tidak pasti setiap bulan ada. Tidak seperti pegawai negeri yang gajinya sudah tentu setiap bulan datang dengan jumlah yang tetap pula. Biasanya, orang yang berprofesi sebagai pengusaha, agen properti, guru les, dokter yang membuka praktek sendiri, hingga pekerja seni, mereka adalah contoh dari profesi yang menerima pendapatan tidak tetap.

Pendapatan tidak tetap bukanlah masalah, asalkan kita dapat menyiasatinya. Masalah utama bagi keluarga yang memiliki pendapatan tidak tetap adalah mereka menggunakan tabungan atau uang yang sudah disisihkan untuk tujuan tertentu, digunakan untuk menutupi kekurangan ketika masa surut.

Hal ini tentu saja menyulitkan. Misalnya uang yang disisihkan untuk biaya masuk sekolah anak. Ketika masa surut tiba, pendapatan pun tak mencukupi kebutuhan, akhirnya menggunakan uang yang sudah disisihkan tersebut. Baru kemudian ketika sang anak akan masuk sekolah, uang tabungannya sudah dipakai, jadi bingung mau memakai uang yang mana.
Menyiasati penghasilan yang tidak tetap / Gambar via 1mhowto.com
Menghadapi hal seperti ini, jangan khawatir. Semua ini ada solusinya, asalkan kita pandai mengatur dan mengendalikan.

Pahami bahwa mereka yang berpenghasilan tidak tetap pasti mengalami masa dimana penghasilan sedang banyak dan masa penghasilan mengalami penurunan. Hal itu biasa terjadi. Ketika penghasilan sedang banyak, jangan menghambur-hamburkan uang.

Gunakan uang untuk kebutuhan yang semestinya, sisanya disimpan dulu jika tidak ada yang mendesak. Kemudian, lihat di titik mana kamu berada. Misalnya sedang dalam titik kekurangan, jangan bergaya hidup mewah sama seperti saat penghasilan sedang tinggi. Bersikaplah biasa, sesuaikan budget yang dimiliki.

Yang terpenting adalah melakukan pengelompokan pengeluaran. Ada dua jenis pengeluaran, yaitu pengeluaran bulanan dan tahunan. Pengeluaran bulanan adalah pengeluaran yang terjadi setiap bulan, seperti pengeluaran untuk biaya listrik, air, telepon, uang saku anak tiap bulan, makan dan minum, uang untuk sedekah dan lainnya yang biasa dikeluarkan tiap bulan.

Sedangkan pengeluaran tahunan adalah pengeluaran yang terjadi setiap tahun, seperti zakat maal, zakat fitrah, pengluaran idul fitri dan mudik, pengeluaran pajak kendaraan, dan pengeluaran lain setiap tahunnya.

Setelah mengelompokkan pengeluaran, lakukan pengaturan keuangan ini :

  1. Buatlah lapisan pengeluaran keluarga, mulai dari pengeluaran primer, sekunder, hingga tersier. Catat dengan detail dan hitung setiap prioritas tersebut dalam pengeluaran bulanan.
  2. Hitunglah kebutuhan tahunan, buat juga dalam skala prioritas primer, sekunder, dan tersier.
  3. Sisihkan uang kelebihan pendapatan dalam satu tempat khusus. Jadi, jangan langsung digunakan untuk membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan, sehingga uang ini nantinya bisa dipakai di saat-saat yang mendesak. Idealnya, dana darurat ini besarnya 3-12 kali pengeluaran sebulan.
  4. Jika pendapatan berkali-kali lipat dari pengeluaran, simpan sebagian di tempat dana cadangan dan sisanya diinvestasikan.
  5. Jika kamu tergolong memiliki pendapatan yang tak pasti secara permanen, artinya di masa-masa tertentu pemasukan adalah nol. Kamu harus pandai mengatur pengeluaran, gunakan pengeluaran hanya untuk kebutuhan primer saja.
Intinya, mengatur keuangan jangan terpaku pada berapa besar pemasukan, tapi proporsional dalam membagi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Jika tak ingin menyimpan dana darurat semua dalam bentuk uang, kamu bisa simpan sebagian dalam bentuk emas.

Dan jika kamu merasa sudah pandai mengatur keuangan tapi pengeluaran masih lebih besar daripada pendapatan, selain berhemat kamu juga harus berpikir untuk mencari pemasukan tambahan. 

Ingat, jangan sampai besar pasak daripada tiang ya!
Penghasilan tidak Tetap? Ini Tips untuk Menyiasatinya! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top