Minggu, 28 Agustus 2016

Ceritaku Menjalankan Diet Sayuran, 5 Hari Turun 3 Kg

Aku memiliki tubuh yang bisa dibilang kurang proporsional. Nggak obesitas juga sih, tapi agak gendut lah, hehe. Meski tak sampai membuatku cepat lelah, namun tubuh ini terasa sesak jika aku terlalu banyak makan. Apa semuanya juga gitu ya kalau makan kebanyakan? Hehe tauk deh, yang penting pengen diet.

Keinginan untuk diet sebenarnya sudah sangat lama. Di tahun 2013 aku menyimpan sebuah resep diet yang intinya dalam seminggu bisa menurunkan berat badan hingga 6 kg. Dietnya alami kok, cuma makan sayur, serta buah-buahan (ada menu khususnya).
Diet / gambar via twicsy.com
Bertahun-tahun artikel tersebut hanya memenuhi ruang hati hardisk laptopku. Mungkin karena tidak protes, jadi aku ya asyik-asyik aja nganggurin dia :D

Hingga pada suatu malam, tepatnya tanggal 31 Juli 2016, aku mengetahui kabar bahwa Mike Mohade, penyanyi jebolan Indonesia Idol tersebut meninggal. Dan konon penyebab kematiannya adalah karena penyakit jantung. Baca : Lelaki ini hidup tanpa jantung selama ratusan hari

Keinginan diet itu muncul kembali

Setelah itu, keinginanku untuk diet kembali mencuat. Selain membentuk tubuh yang proporsional, kesehatan pun akan lebih terjaga dengan diet. Bukankah menjaga kesehatan merupakan salah satu perwujudan rasa syukur kita pada Allah Ta'ala?

Dan akhirnya aku pun kembali mempelajari artikel diet yang telah kusimpan selama 3 tahun itu. 

Inti dari diet itu adalah menghindari makanan yang mengandung kalori tinggi, seperti nasi, roti, gorengan, minuman berkarbonasi. Sebagai gantinya, dibuatkan menu-menu dari sayuran dan buah untuk konsumsi selama 7 hari.

Untuk minuman yang diperbolehkan selama diet adalah air putih, teh tanpa gula dan kopi tanpa gula. Baca : Inilah kesalahan yang tanpa sadar sering kita lakukan ketika minum air putih

Setiap hari, menu-menu tersebut akan didampingi oleh sup pembakar lemak. Sup pembakar lemak ini boleh dimakan sebanyak apapun selama diet. Pokoknya kalau lapar, makan sup pembakar lemak aja. Sup ini tidak akan menambah berat badan kamu.

Menu diet ini merupakan sebuah menu khusus dari salah satu rumah sakit di USA yang diperuntukkan bagi penderita penyakit jantung yang memerlukan penurunan berat badan secara cepat sebelum dioperasi.

Bahan-bahan sup pembakar lemak

  1. Bawang bombay
  2. Paprika hijau
  3. Tomat segar
  4. Bunga kol
  5. Air kaldu
Aku lupa untuk memfoto sup pembakar lemak buatan ibuku yang kupakai untuk diet ini. Jadinya aku googling dan dapat foto dari kaskus. Foto ini aku dapat dari akun kaskus warfanshop.com. Seperti ini foto sup pembakar lemaknya.
sup pembakar lemak / foto via akun kaskus warfanshop.com
Oiya, untuk sup pembakar lemak yang dibuat ibuku waktu diet, aku sama sekali tidak menyertakan paprika hijau. Karena waktu nyari nggak ada, ya udah tanpa paprika hijau. Sup pembakar lemak ini akan membuatmu kenyang dan menahan rasa lapar.

Dan yang pastinya, setelah kamu makan sup pembakar lemak, siap-siaplah untuk bolak balik ke kamar mandi. Setelah aku googling, ternyata bahan-bahan tersebut sangat baik untuk metabolisme tubuh. Jadi ya seperti detoks gitu. Air seninya pun akan terlihat sangat bening.

Cara membuat sup pembakar lemak

Potong sayur kecil-kecil dan kamudian ramulah secukupnya hingga menjadi sup dengan porsi sesuai kebutuhan. Seperti yang aku katakan di atas, dalam 7 hari ada menu-menu khusus yang siap kamu konsumsi.

Menu-menu diet sayuran

  1. Menu hari pertama :  Senin 1 Agustus 2016 adalah hari pertamaku mulai diet. Menunya segala jenis buah kecuali pisang. Selain itu juga mengkonsumsi sup pembakar lemak.

    Pada hari satu ini aku merasa asyik-asyik aja. Melihat dan menyantap sup pembakar lemak alhamdulillah tak masalah. Sebab menurut orang-orang sup tersebut bikin muntah, ada pula yang nggak bisa makan sup itu dan bisanya malah dimakan secara mentah atau di jus.

    Aku membeli rujak untuk mengganti konsumsi buah-buahan, tentunya tanpa sambal. Dua bungkus rujak seharga Rp. 12 ribu menjadi makanan yang menemani sup pembakar lemak.
  2. Menu hari kedua : Di hari kedua, menu yang dianjurkan adalah sayuran hijau, tapi bukan yang kacang-kacangan. Selain itu juga tetap mengkonsumsi sup pembakar lemak. Dan sebagai reward atas ketekunan diet kita, pada malam harinya diperbolehkan makan kentang.

    Pada hari kedua ini, aku memilih sayur bayam sebagai konsumsi sayuran hijaunya. Untuk makan malam, aku menghabiskan 3 kentang rebus. Jam 21.00an aku sudah tidur, takut laper malem-malem, hehe.

    Eh jam 23.00an aku terbangun untuk ke kamar mandi. Sebenarnya waktu itu terasa lapar juga sih, pengen makan kentang lagi, tapi dipaksain tidur aja deh.
  3. Menu hari ketiga : Menu hari ketiga merupakan kombinasi menu hari pertama dan kedua. Sehingga menu di hari ketiga ini adalah sup pembakar lemak (menu wajib), sayuran serta buah-buahan.

    Di hari ketiga ketika lari pagi, badanku terasa lebih enteng, nggak pilek, nggak batuk, dan bagusnya lagi, aku nggak banyak mengeluarkan dahak.

    Biasanya di pagi hari sebelum melaksanakan diet ini, aku seringkali mengeluarkan riak (dahak, lendir), apalagi kalau dibawa lari-lari, wah lebih banyak keluar tuh lendirnya. Di hari ketiga sama sekali nggak ada riak ketika lari, badan jadi lebih enteng dan asyik.

    Di hari ketiga ini sup tetap aku makan, sayurannya bayam, sedangkan buah-buahannya tetap, rujak. Hehe. Di hari ketiga, mulai ada ujian dietku. Soalnya pada waktu itu (Rabu, 3 Agustus 2016) aku diajak pergi ibuku ke Semarang.

    Namanya pergi seringnya ya makan di luar, alhamdulillah aku bisa menahan itu, meski nasi padang dan jahe gepuk yang ditawarkan sungguh menggoda ~_~
  4. Menu hari keempat : Hari keempat menunya lebih menyenangkan dari hari-hari sebelumnya :D Pada hari ini, menunya hanya 2, yaitu 8 buah pisang dan susu. Susunya khusus, yaitu skimmed milk.

    Skimmed milk merupakan susu tanpa lemak. Daripada susu rendah lemak yang sering diiklankan itu, lemak dari susu skimmed milk sangat sedikit sekali bahkan hampir tidak ada. Gara-gara diet ini aku malah ngerti macam-macam produk susu.

    Dikutip dari wikipedia, produk susu itu ada 4 jenis, yaitu susu murni (whole milk), susu kurang lemak (reduced fat milk), susu rendah lemak (low fat milk), dan susu bebas lemak (free-fat Milk) atau susu skim (skimmed milk).

    Disebut susu murni karena di dalamnya mengandung lemak sekurang-kurangnya 3,25%. Untuk susu kurang lemak, kandungan lemaknya sekitar 2%. Susu rendah lemak kandungannya lebih sedikit lagi, yaitu sekitar 1%.

    Nah, pada susu skim, kandungan lemaknya hampir tidak ada sama sekali (0,1%), namun sisa-sisa dari lemak susunya boleh tersisa hingga maksimum 0,5%.

    Pada susu kurang lemak, susu rendah lemak dan susu skim, perlu ditambahkan vitamin A dan D yang larut dalam lemak. Hal ini karena kedua vitamin tersebut ikut hilang saat proses penghilangan lemak.

    Meski susu skim lemaknya hampir tidak ada, tapi tetap mengandung berbagai macam vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Jangan kaget jika baru pertama beli susu skim ya, karena harganya mahal. Rp. 100 ribuan untuk ukuran 500 mg.

    Waktu nyari susu skim di supermarket kotaku, aku cukup kebingungan, soalnya rada sulit, hehe. Sebelumnya aku pikir susu skim itu sama dengan susu rendah lemak, eh tahunya beda. Pas nyari juga tinggal ada satu merk susu skim aja, yaitu dari Tropicana Slim.

    Oiya, di hari keempat ini, berat badanku sudah mulai turun. Awalnya hari senin, 1 Agustus 2016 berat badanku 74,4 kg. Di hari kamis, 4 Agustus 2016 ini, berat badanku sudah menjad 72,6 kg. Lumayan kan, turun 1,8 kg :D
    Susu skim yang aku beli, Tropicana Slim rasa coklat
    Kandungan skimmed milk Tropicana Slim
  5. Menu hari kelima : Hari jum'at merupakan hari kelima atas diet sayur yang aku jalankan. Menurut aturan, menu hari ini adalah daging (bisa juga ikan) dan tomat segar sebanyak 6 buah. Diperbolehkan makan daging hingga 1/4 kg.

    Tentu dagingnya tidak digoreng ya, tapi direbus atau dipanggang. Dianjurkan juga untuk minum air putih sebanyak 8 gelas untuk membersihkan uric acid dari tomat. Jangan lupa juga untuk menyantap sup pembakar lemak sekurang-kurangnya sekali.

    Di hari Jum'at ini, aku mengkonsumsi daging ayam rebus sebanyak 1/4 kg. Daging tersebut dicampurkan dalam sup pembakar lemak. Di hari ini, bobotku sudah turun lagi menjadi 71,6 kg. Berkurang 1 kg dari hari kamis sebelumnya.

    Sudah mulai tambah senang sih, tapi rasa mualnya juga sudah mulai datang -_- Rasa mual itu timbul ketika makan sup pembakar lemak dan ayam. Nggak tahu kenapa, munurutku sih karena tomatnya.

    Padahal aku juga tidak makan tomat segar secara khusus, hanya tomat dalam sup pembakar lemak. Mungkin juga karena nggak makan nasi selama 5 hari. Entahlah o_O
  6. Menu hari keenam : Menurut artikelnya, hari keenam (Sabtu, 6 Agustus 2016), menu yang dianjurkan adalah daging seperti hari kelima, menu wajib (sup pembakar lemak), sayuran, bahkan diperbolehkan makan steak tanpa kentang sebanyak 2-3.

    Terlihat menggiurkan sekali bukan menunya daripada hari-hari sebelumnya? :D Waktu aku timbang, bobotku sudah menjadi 71,4 kg. Ya meskipun cuma turun 0,2 kg sih. Oiya, aku biasa menimbang berat badan di pagi hari, sekitar jam setengah 6 setelah lari pagi.

    Tapi, karena di hari sabtu ini aku bangun tidur malah lemes, jadinya aku nggak lari pagi seperti biasa. Dan akupun malah minum susu skim serta makan roti :D Habis badan terasa lemes, lapar. Secara tak langsung, dietku selesai di hari enam ini, huuuuuu.....

    Sebenarnya ada satu menu lagi di hari minggunya, hari ketujuh, hari terakhir diet. Menunya adalah nasi beras merah, jus buah tanpa pemanis, sayuran dan sup pembakar lemak.

    Tapi masa bodoh dah, diet aku bubarkan hari ini, laper euy, kangen nasi :D

Kesimpulan :

  1. Selain diet dengan menu sayur, aku juga rutin olahraga selama diet tersebut. Olahraganya yang enteng-enteng saja. Lari dan jalan pagi sepanjang 2,25 km. Larinya paling cuma 800 m, sisanya jalan, hehe.

    Selain itu juga bersepeda sore. Kalau ini nggak rutin sih, kadang 15 km jaraknya, kadang kurang dari itu.
  2. Selama 5 hari (1 Agustus - 6 Agustus 2016), berat badanku turun 3 kg. 74,4 kg - 71,4 kg.
  3. Diet sayuran ini bagus untuk metabolisme tubuh, tapi lama-lama bosan juga.
  4. Diet ini butuh modal. Beli daging, buah, susu skim, sayuran.
  5. Setelah diet, tubuhku melar lagi.
  6. Berat badan tiap harinya itu selalu berubah-ubah, paling tinggi berat badanku 75 kg. Kadang turun jadi 74an kg, 73an kg. Ya sekitar-sekitar itu lah. Jadi rata-rata berat badanku 74 kg.

Sedikit nostalgia

Waktu SMA, aku juga tidak semelar ini. Wajah juga lebih tirus. Padahal tidak ada olahraga yang spesifik dan rutin. Mungkin karena sering jalan kaki berangkat dan pulang sekolah.


Nggak jauh-jauh amat sih jalan kakinya, orang cuma ke depan nunggu angkot/bis, lalu ke terminal dan naik angkot lagi, kemudian jalan ke sekolah. Pulang pergi seperti itu dan diulang-ulang.

Malahan mulai kelas 2 dan 3, aku sudah lebih banyak bawa sepeda motor. Jadi memang harus lebih banyak bergerak nih, biar sedikit asal rutin.

Setelah diet sayuran ini, aku juga jadi agak menjaga makananku. Menjaga dalam jumlah makannya sih. Soalnya dulu ketika menu makanannya aku suka banget, aku langsung nambah aja. Padahal makan banyak sekaligus dalam satu waktu itu tidak baik.

Diet vegetarian

Ada temanku yang menceritakan tentang pengalamannya menjalani diet vegetarian selama 3 bulan. Berat badannya bisa turun sekitar 20 kg. Menu makanannya tanpa daging. Jadi ya hanya sayur-sayuran, nasi dan gorengan (tempe goreng, tahu goreng, dan lainnya).

Wah keren nih pikirku. Mulai ada niat untuk menjalankan diet vegetarian itu juga. Tapi setelah pulang ke rumah, wah menunya kok daging-dagingan gini, jadi luntur deh niat diet vegetarian :D

Aku malah berpikiran untuk menjalankan diet dengan dengan milkshake herbalife. Dari yang aku baca, model dietnya: makan nasi seperti biasa hanya sekali, kemudian yang lainnya minum milkshake sebagai ganti jatah makan perharinya. Menarik sih, pengen beli tapi cukup mahal juga ya. Ada yang mau memprospek aku? Hehe.

Demikianlah cerita pengalamanku menjalankan diet sayuran. Bagi yang ingin bertanya atau berdiskusi. Silakan klik di sini