Kamis, 04 Agustus 2016

Laki-laki Menjadi Kekanak-kanakan ketika Pacaran dan Lebih Dewasa ketika Menikah, Benarkah?

Memang di dalam Islam tidak ada hubungan khusus diantara lelaki dan wanita yang bukan muhrim sebelum menikah, kecuali pertemanan. Pendekatan sebelum menikah dilakukan dengan ta'aruf, jika sudah cocok barulah boleh menikah dan mereka menjadi suami istri.

Tidak ada yang namanya pacaran, karena pacaran banyak mengandung mudharat daripada kebaikan. Bahkan, para lelaki yang pacaran akan bersifat kekanak-kanakan. Namun, ketika laki-laki menikah, mereka akan bersikap lebih dewasa. Benarkah demikian? Simak alasan berikut.
Ilustrasi Pacaran / Gambar via crosswalk.com
Inilah alasan laki-laki yang pacaran lebih kekanak-kanakan dan laki-laki yang sudah menikah lebih dewasa :
  1. Tidak ada Kewajiban Menafkahi

    Laki-laki mudah saja memacari wanita manapun, modalnya mungkin hanya tiket bioskop, traktir makan, beri hadiah sekali-kali, dan beberapa hal yang biasa dilakukan orang pacaran. Berbeda jika lelaki sudah menikah, ia sadar harus memberi makan keluarganya setidaknya tiga kali sehari, belum kebutuhan belanja dan lainnya.

    Terlebih, kebutuhan anak sekolah pasti sangat banyak, kebutuhan akan kendaraan dan rumah sendiri juga pasti diperlukan. Ini yang menyebabkan laki-laki yang sudah menikah lebih bertanggung jawab menafkahi keluarganya.
  2. Harus Lebih Beradaptasi dengan Keluarga Istri

    Tak seperti ketika berpacaran, kenal dengan lawan jenis saja sudah cukup tak perlu kenal dengan orang tua, apalagi keluarga besar. Tapi setelah menikah, mereka dituntut untuk mengenal dan berhubungan baik dengan keluarga sang istri.
  3. Lelaki Berani Menikah Berarti Berani untuk Berkomitmen

    Lelaki yang berani menikah tentu saja ia berani untuk berkomitmen, ia berani meminang anak orang lain untuk dijadikan istri, dan membina rumah tangga dengannya. Ini merupakan keputusan berat. Lelaki yang hanya ingin pacaran saja tidak akan berani membuat komitmen seperti ini.
  4. Setelah Menikah, Lelaki akan Lebih Mengalah pada Wanita dan Mengurangi Keegoisannya

    Kebanyakan orang pacaran akan selalu tampil baik di depan lawan jenisnya. Hal ini bisa membuat lelaki tidak mengetahui bagaimana sifat asli wanita yang ia dekati. Ketika sudah menikah, segala baik buruk sifat akan terlihat, dan jika ada sifat yang kurang baik, lelaki harus menasehati dan memperbaiki bersama.
Jadi selain dosa zina, pacara juga tidak membawa kebaikan. Tidak mengajarkan para lelaki untuk dewasa dan tak pula membuat para wanita jujur apa adanya serta menutup-nutupi kekurangannya.