Selasa, 13 September 2016

Cara Menyimpan Daging Qurban Yang Baik Dan Benar

Di hari raya Idul Adha ini, pastilah kita mendapatkan banyak daging qurban, entah itu daging kambing maupun sapi. Karena daging yang melimpah tersebut, ada kalanya tidak habis diolah dalam satu hari, apalagi bagi keluarga kecil. Sehingga daging harus disimpan untuk dimasak lagi di hari yang lain. Baca : Ini cara mengolah daging sapi menjadi sayur becek khas Purwodadi

Supaya nutrisi di dalam daging tetap terjaga, perlu perlakuan yang baik dalam menyimpan daging tersebut. Ada beberapa teknik penyimpanan daging yang benar agar kondisi daging tetap baik dan tidak rusak. Berikut ini tekniknya.

Cara menyimpan daging yang benar

  1. Ketahui daging yang bagus

    Sebelum daging disimpan, ada baiknya kamu mengetahui mana daging yang baik dan yang tidak. Daging yang baik atau sehat, warnanya merah segar, tidak berlendir dan memiliki bau khas daging. Jika daging sudah mengalami perubahan warna yang tidak semestinya, daging tersebut tidak layak dikonsumsi. Jadi, tidak perlu disimpan juga.
    daging sapi segar / gambar via shutterstock.com
    Warna yang tidak semestinya pada daging, dipengaruhi oleh proses pemotongan. Bisa juga sebelum dipotong, hewan tersebut tidak diistirahatkan dengan baik. Selain berpengaruh pada warna, juga akan mempengaruhi keempukan daging.
  2. Bungkus dengan plastik food grade

    Sebelum masuk ke kulkas, jangan lupa untuk membungkus daging dengan plastik food grade (plastik transparan). Dan sebaliknya, jangan membungkus daging dengan plastik berwarna-warni. Selain itu, sebaiknya daging juga dipotong-potong sesuai ukuran konsumsi.
    Plastik food grade / gambar via amazon.co.uk
  3. Masukkan dan keluarkan daging secara bertahap

    Setelah dading dipotong-potong, akan terjadi kontraksi. Hal inilah yang harus ditunggu. Maksudnya, jangan memasukkan daging ke dalam kulkas sebelum kontraksi selesai. Ketika memasukkan ke dalam kulkas, tidak asal langsung ditaruh di freezer.
    Ilustrasi freezer / gambar via commtechlab.msu.edu
    Letakkan dulu daging di kulkas bagian bawah selama 10-12 jam. Setelah itu, barulah dipindah ke freezer. Hal ini dapat menghindarkan kealotan pada daging karena perubahan suhu yang mendadak.

    Ketika mengeluarkan daging pun harus bertahap. Daging dari freezer jangan langsung dikeluarkan, melainkan ditaruh di kulkas bagiaan bawah dulu selama 10 jam. Setelahnya, baru dikeluarkan dan dapat dimasak.

    Daging beku yang sudah encer dan keluar dari kulkas, jangan dimasukkan kembali ke dalam kulkas. Hal ini akan membuat mikroba semakin banyak dan mempercepat proses pembusukan.
  4. Pisahkan jeroan dan daging

    Jeroan merupakan bagian organ dalam dari hewan. Jeroan ini lebih cepat rusak dibandingkan daging. Maka dari itu, simpanlah daging dan jeroan dalam freezer yang berbeda. Harus freezer yang berbeda, karena meskipun sudah berada pada wadah yang berbeda, namun masih dalam satu freezer, akan terjadi kontaminasi silang antara daging dan jeroan.
    Jeroan sapi / gambar via iveneverdonethat.com
  5. Simpan di suhu yang tepat

    Daging yang disimpan pada freezer dapat bertahan hingga 6 bulan tanpa terjadi perubahan pada nilai gizinya. Dengan catatan, suhu dalam freezer harus diatur dengan baik, dimulai dari minus 10 derajat celcius, hingga minus 12 derajat celcius.
    Atur suhu kulkas / gambar via wikihow.com
    Sedangkan untuk daging yang disimpan pada kulkas bagian bawah daya tahannya antara 3 sampai 4 hari.
Demikianlah cara menyimpan daging qurban yang benar agar tetap segar, sehingga gizinya tetap terjaga. Semoga bermanfaat :)
Cara Menyimpan Daging Qurban Yang Baik Dan Benar Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown
 

Top