Selasa, 13 September 2016

Memakai Kipas Angin Ternyata Malah Membuat Panas untuk Orang Tua, Bukan Dingin!

Kipas angin adalah alternatif untuk mendinginkan tubuh dan ruangan ketika tidak ada AC. Kipas angin pun memiliki ukuran beraneka ragam, tinggal pilih saja sesuai kebutuhan kita.

Bagi remaja, kipas angin akan membuat tubuh menjadi lebih dingin untuk mengurangi keringat yang keluar, tapi efek yang berbeda akan dirasakan bagi mereka yang sudah berusia di atas 60 tahun.
Kipas angin / Gambar via gettyimages.co.uk
Denyut jantung dan suhu tubuh manula adalah 41,6 derajat celcius dan tingkat kelembaban akan meningkat ketika mendinginkan dengan kipas angin, tidak seperti yang diharapkan. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh jurnal JAMA.

Craig Crandall, Professor of Internal Medicine di University of Texas Southwestern Medical Center in the US berkata, "Meskipun perbedaannya sangat kecil, efek kumulatif dapat menjadi penting selama terpapar panas berkepanjangan, seperti selama terkena gelombang panas."

Riset dilakukan pada grup orang lanjut usia yang memiliki tingkat panas yang tinggi dan kelembaban yang tinggi pada lingkungannya. Partisipan berusia antara 60 sampai 80 tahun, diminta untuk berada di dalam ruangan kurang lebih 2 jam dengan temperatur 41,6 derajat celcius dan tingkat kelembaban yang meningkat perlahan dari 30 persen hingga 70 persen.

Tak heran, baik detak jantung dan temperatur tubuh meningkat seiring meningkatnya kelembaban ruangan. Sebanyak delapan orang berada di ruangan test dengan kondisi ruangan tanpa kipas angin, sedangkat sisanya dengan kipas angin.

Tiba-tiba, detak jantung partisipan meningkat 10 detakan per menit dan temperatur tubuh meningkat ketika mereka berada di ruangan yang terdapat kipas angin.

Oleh karena itu, kipas angin mungkin menjadi kontraproduktif bagi manula dan berakibat pada detak jantungnya. Dan kipas angin akan bermanfaat di kondisi lingkungan yang tidak ekstrim.