Sabtu, 24 September 2016

Sabun Anti Bakteri Berbahaya bagi Kesehatan?

Sejak kecil kita sudah dianjurkan mencuci tangan sebelum makan, atau mencuci tangan yang kotor. Hal itu dikarenakan untuk membersihkan kuman dan bakteri yang ada pada tangan. Mencuci tangan pula harus dengan sabun agar dapat membasmi bakteri dengan baik.

Namun ternyata, belakangan kita malah harus menjauhi sabun cuci tangan dan tidak sering menggunakannya. Hal ini diduga karena bahan-bahan yang terkandung dalam sabun cuci tangan tersebut.
Mencuci tangan dengan sabun / Gambar via cdc.gov
Pada tanggal 2 September lalu, FDA mengeluarkan larangan mengenai bahan-bahan kimia yang tidak diperbolehkan digunakan di sabun cari dan sabun padat, yaitu triclosan (umumnya pada sabun cair) dan triclocarban (umumnya pada sabun batangan). Hal ini dikarenakan, bahan-bahan seperti triclosan dan triclocarban ini berbahaya bagi tubuh.

Produsen juga tidak dapat menunjukkan apakah penggunaan sabun anti bakteri lebih efektif mencuci tangan daripada hanya menggunakan sabun biasa dan air, serta bahan-bahan yang terkandung apakah aman dan dapat menghentikan infeksi.

Oleh karena itu, FDA menyarankan untuk menjauhi produk-produk sabun untuk mengurangi masalah seperti resistensi bakteri atau efek hormonal.

FDA memberi waktu satu tahun pada produsen untuk menghapus bahan tersebut dari sabun anti bakteri atau menarik produknya dari pasar.

Oleh sebab itu, gunakanlah sabun biasa yang tidak mengandung kedua bahan tersebut untuk mencuci tangan. Hal ini untuk menghindari bahaya dari dampak penggunaan triclosan dan triclocarban.