Rabu, 21 September 2016

Wow! Pengacara Terbaik Google Ternyata Seorang Tunanetra!

Memiliki fisik yang sempurna akan membuat orang mudah meraih apa yang mereka inginkan. Tapi, ketika seseorang menyandang cacat fisik, tunanetra misalnya, mungkin ia akan menyerah dan berserah terhadap waktu entah apa yang akan terjadi padanya.

Ketika mendengar kata tunanetra, kebanyakan dari kita berpikir bahwa orang-orang seperti itu akan menyandarkan hidupnya dan bergantung pada orang lain. Bahkan mungkin di pandangan kita bahwa orang tunanetra biasanya suka mengemis. Tapi, tak semua tunanetra seperti itu, penyandang tunanetra yang satu ini malah menjadi orang terhebat di Google!
Jack Chen / Gambar via bol.bna.com
Ia adalah Jack Chen, seorang tunanetra yang tidak dapat melihat sama sekali. Dengan keterbatasannya itu, bukan menyerah yang ia pilih, tapi ia memilih bekerja dan mampu menduduki posisi penting di perusahaan terbesar dunia ini.

Chen merupakan seorang pengacara hukum Google yang merupakan penasehat produk Google, ia juga menangani masalah hukum berkaitan dengan Chrome. Lelaki lulusan ilmu komputer dari Harvard dan Berkeley ini tinggal di New Jersey. Dimana ia bangun pukul 3 pagi setiap harinya untuk naik kereta commuter line dari New Jersey ke New York.

Ketika kecil, Chen masih dapat melihat dengan penglihatan yang terbatas seperti cahaya, warna, dan bentuk suatu barang. Ketika usianya menginjak 16 tahun, ia menjalani operasi ke-delapan ketika syaraf matanya mengalami kerusakan. Namun, saat kritis ketika operasi, kepalanya tiba-tiba bergerak dan terjadi pendarahan sehingga merusak retinanya.

Chen mulai bekerja di Google pada tahun 2010 sebagai konsultan hak paten setelah ia mencoba magang di beberapa tempat, yaitu di AT&T, Xanboo Inc., bekerja sebagai notaris setelah menyelesaikan Sekolah Hukum Fordham dan mendapat gelar J.D.

Selama bekerja, Chen bergantung pada tongkatnya yang memberi informasi dari radius 1,2 meter. Selain itu, ia juga mengandalkan indera penciuman untuk menandai suatu lokasi. Menurutnya, hal paling besar yang ia hadapi dalam perjalanannya ke kantor adalah tiang yang ada di Stasiun Penn, yang kerap kali ia tabrak. Dan untuk bekerja, ia menggunakan indera pendengaran dengan menggunakan screen reader dan VoiceOver pada iPhone untuk membaca teks.

Chen seolah tak menyerah dengan keadaannya, ia bahkan memiliki hobi yang menantang, seperti mendaki gunung, naik sepeda, berenang, dan lari. Tercatat ia pernah mendaki gunung kilimanjaro, berenang dengan jarak 3,9 km, lari 42 km, dan bersepeda 180 km.

Wah hebat sekali ya Jack Chen? Ia dapat menjadi motivasi bagi kita untuk tidak menyerah dalam hidup!
Wow! Pengacara Terbaik Google Ternyata Seorang Tunanetra! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top