Selasa, 20 September 2016

Yakin Sudah Benar dalam Membaca Label Makanan? Cari Tahu Kesalahanmu Yuk!

loading...
Di setiap makanan instan dalam kemasan, pasti ada label makanan. Di dalam label makanan memuat seluruh informasi mengenai kandungan pada makanan tersebut.

Kebanyakan dari kita selalu melihat total lemak dan kalori, padahal masih banyak kandungan lain yang juga harus diperhatikan. Istilah-istilah dalam label makanan seperti "rendah" dan "tanpa", juga memiliki perbedaan. Sejauh ini masih banyak orang-orang yang salah dalam membaca label.
Label makanan / Gambar via skinsight.com
Inilah kesalahan dalam membaca label makanan :
  1. Hanya Melihat Jumlah Total Gula

    Ketika melihat label, mata kita akan tertuju pada jumlah gula total. Melihat jumlah gula total memang penting, tapi yang lebih penting adalah bahan pemanis lain yang terkandung di dalamnya, seperti sirup jagung atau gula putih. Jika itu merupakan produk susu, biasanya akan mengandung laktosa yang merupakan gula alami pada susu.
  2. Membeli Roti Berlabel "Terbuat dari Biji-Bijian"

    Saat ini belum ada standar mengenai roti berbahan biji-bijian. Ketika kamu melihat dalam label roti terbuat dari biji-bijian, belum tentu seluruhnya adalah biji-bijian. Namun, jika tertera "100 persen gandum" atau "10 gram gandum", hal ini harus dipatuhi produsen demi hukum.
  3. Anggapan bahwa Rendah Kalori adalah Segalanya

    Ketika ingin mengurangi kalori dalam tubuh, produk rendah kalori terdengar ideal jika tetap dalam kisaran kalori tertentu. Tapi yang harus diperhatikan adalah kualitas kalori tubuh. Pilih label yang bertuliskan "whole" atau "utuh" dan "unprocessed" atau minim pengolahan untuk mendapatkan jumlah nutrisi yang baik.
  4. "Bebas Gula" bukan Berarti tanpa Gula Sama Sekali

    Produk yang betuliskan "bebas gula" belum tentu benar-benar tanpa gula. Produk yang ditambahkan pemanis sebanyak lima gram pemanis per porsi masih dikategorikan bebas gula. Hal ini berlaku untuk makanan impor dari Amerika Serikat, menurut FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan di sana.
  5. Membedakan Istilah "Dikurangi" dan "Rendah"

    Dikurangi belum tentu rendah. Contohnya saja minuman yang dikurangi kadar gulanya hingga 25 persen dari biasanya. Tapi bukan berarti produk ini bebas gula, melainkan masih tergolong tinggi gula.
  6. Mengabaikan Istilah "Serving Size" atau "Porsi"

    Meskipun terkadang kita mampu menghabiskan satu bungkus makanan sendiri dan sekali habis, tapi tetap perhatikan saran porsi yang boleh disajikan. Karena produsen juga sudah menetapkan besaran jumlah makanan yang bersahabat ketika dikonsumsi.
  7. Mengabaikan Nilai Presentasi Harian Nutrisi

    Mungkin sulit bagi kita menentukan produk mana yang benar-benar unggul dari nilai presentase harian. Cara praktisnya, lihat saja ukurannya jika kurang dari lima persen maka dianggap rendah, dan jika 20 persen lebih dianggap tinggi. Misalnya suatu produk mengandung vitamin C 5 persen, berarti produk tersebut rendha vitamin C.
Itulah tips untuk dapat membaca label makanan dengan baik. Jadi, jangan sampai salah lagi ya!
Yakin Sudah Benar dalam Membaca Label Makanan? Cari Tahu Kesalahanmu Yuk! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top