Kamis, 13 Oktober 2016

Aneh! 'Menangis' dapat Menjadi Bisnis yang Laris di Jepang!

Bisnis kini mulai digemari oleh banyak kalangan. Mulai dari bisnis makanan dan minuman, bisnis fashion, bisnis otomotif, bisnis tanaman, dan banyak lagi. Tak hanya di Indonesia, trend bisnis juga melanda negara lain, seperti Jepang contohnya.

Di Jepang yang termasuk negara maju, bisnis yang dijalani pun semakin majemuk dan beberapa terdengar aneh. Salah satu yang aneh adalah bisnis karena seseorang menangis!
The Crying Workshop / Gambar via bbc.co.uk
Menangis yang diidentikkan dengan kesedihan ini justru menjadi lahan bisnis bagi seorang pengusaha di Jepang. Seperti apa bisnis tersebut?

Bisnis menangis yang jadi laris di Jepang

Ada sebuah jasa menghapus air mata di Jepang yang bernama "The Crying Workshop", pemiliknya adalah Hiroki Terai. Bisnis ini dilakukan dengan memberi peserta sebuah tontonan film yang sangat sedih. Film itu begitu emosional hingga yang menonton dapat hanyut dalam kesedihan.

Dalam sekali workshop, penyelenggara akan menyuguhkan dua film yang menguras air mata. Ketika salah satu peserta mulai menangis, fasilitator akan mendatangi dan menghapus air matanya dengan handuk kecil. Satu mulai menangis, yang lain pun akan ikut menangis juga.

Latar belakang bisnis ini dibuat adalah, Terai ingin warga Jepang mengekspresikan emosinya. Tumbuh sebagai anak yang tak memiliki teman, Terai jadi mengerti perasaan orang-orang yang senasib dengannya, yang tak bisa mengekspresikan diri melalui emosinya. Banyak yang dari luar terlihat senang, tapi di dalam hati sedih.

Proyek awal Terai sebenarnya bukanlah The Crying Workshop, melainkan proyek untuk merayakan perceraian. Puncak perayaannya adalah dengan menghancurkan cincin nikah menggunakan palu. Tapi, orang-orang menganggap tindakan itu kasar sehingga Terai menghentikannya dan beralih pada workshop ini.

Banyak klien merasa lebih baik dan lega setelah mengikuti workshop ini. Tapi satu hal yang masih mengganjal adalah persepsi tentang pria yang menangis. Kebanyakan pria menangis diidentikkan dengan pengecut dan cengeng, padahal mereka juga butuh meluapkan ekspresi mereka.

Oleh karena itu, Terai sengaja memilih pria ganteng menjadi fasilitator penghapus air mata. Mereka berasal dari berbagai profesi, seperti dokter gigi, model, trainer gym, hingga penyemir sepatu.

Biasanya, orang yang menangis bersama dan mencurahkan isi hati akan menjadi dekat satu sama lain. Ia menginginkan agar orang-orang Jepang, khususnya Tokyo dimana workshop ini berdiri, dapat meluapkan emosinya sehingga hati menjadi lega. Hal ini juga berdampak baik pada kehidupan dan karirnya.

Kini, bisnis Terai banyak menarik hati. Banyak perusahaan yang mengundangnya untuk melakukan The Crying Workshop.

Wah unik juga ya bisnis ini!