Sabtu, 01 Oktober 2016

Hati-hati! Kalau Kamu Tinggal di Denmark, jangan Sampai Kamu Jomblo Hingga Usia 25 Tahun!

Istilah jomblo sekarang ini banyak yang menggunakan. Orang jomblo dianggap tidak laku dan tidak gaul, padahal tak semua orang jomblo seperti itu. Itu semua masalah prinsip hidup, mungkin saja orang memilih untuk tidak memiliki hubungan dengan siapapun karena ingin mengejar cita-citanya, atau ingin melakukan hal lain.

Di Indonesia, ketika orang sudah mencapai 25 tahun tapi masih jomblo, mungkin ia hanya mendapat ejekan dari teman-temannya. Sakit hati saja sih biasanya, tapi di Denmark, kalau kamu masih jomblo di usia 25 tahun, siap-siap menerima kesialan ini!
Wah kasihan ya? / Gambar via kbhby.dk
Denmark memiliki tradisi memalukan untuk merayakan ulang tahun ke-25 bagi yang masih jomblo. Teman-teman akan menyiramimu dengan bubuk kayu manis beramai-ramai hingga tubuhmu penuh dengan bubuk kayu manis.

Yang berulang tahun harus duduk di ebuah kursi atau diikat ke tiang baru kemudian dihujani dengan bubuk kayu manis. Kalau berusia 30 tahun dan masih jomblo, lebih sial lagi karena bubuk yang digunakan untuk melempari adalah bubuk lada, hmm pasti pedas sekali ya?

Laki-laki yang dilempari bubuk lada disebut pebersvend (pemuda lada), dan kalau wanita disebut pebermo (gadis lada). Tak beda dengan di Indonesia yang melempari tepung dan telur.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu karena sejarah adanya dua jejaka tua pedagang rempah-rempah yang karena terlalu sibuk bekerja jadi lupa mencari jodoh. Tradisi ini hanya untuk seru-seruan saja merayakan ulang tahun, bisa jadi ini juga sebuah sindiran, hehehe.

Bagaimana dengan perayaan ulang tahunmu?