Jumat, 14 Oktober 2016

Inilah Cara Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Menyayangi Anak-anak

Terhadap anak, orang tua harusnya menyayangi dengan sepenuh hati. Terkadang anak bersikap menjengkelkan dan membuat orang tua marah hingga melontarkan kata-kata kasar dan tak jarang dibarengi dengan perbuatan kasar. Ini tentu saja membuat sang anak terganggu fisik dan psikisnya.

Padahal, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalah seorang yang penyayang, termasuk juga pada anak-anak. Kita bisa menjadikan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam acuan dalam menyayangi anak. Bahkan tak hanya anak beliau yang disayangi, semua anak kecil pun beliau sayang.
Anak-anak / Gambar via erikkonsmo.com

Cara Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyayangi anak-anak 

Ketika Ja'far bin Abu Thalib terbunuh dalam peperangan Mut'ah, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sangat sedih. Kemudian beliau datang ke rumah Ja'far. Di sana terdapat istri  Ja'far yang bernama Asma bin Umais. Kala itu, Asma sedang membuat roti, memandikan anak-anak dan memakaikan bajunya.

Kemudian Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata, "Suruh kemarilah anak-anak Ja'far." Kemudian datanglah anak-anak Ja'far dan beliau langsung menciumi mereka sambil meneteskan air mata.

Asma bertanya, "Wahai Rasulullah, apa gerangan yang menyebabkanmu menangis? Apakah sudah ada berita yang sampai kepadamu mengenai suamiku Ja'far dan kawan-kawannya?."

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata, "Ya benar, mereka hari ini ditimpa musibah", seraya beliau mengalir deras air matanya.

Mendengar berita tersebut, Asma pun menjerit dan para perempuan berkumpul mengerumuninya. Kemudian, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kembali kepada keluarganya dan bersabda, "Janganlah kalian melupakan keluarga Ja'far, buatlah makanan untuk mereka karena sesungguhnya mereka sedang sibuk menghadapi musibah kematian Ja'far." 

Dalam kisah lain disebutkan bahwa Al Aqraa bin Harits melihat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menciumi Al Hasan lalu berkata, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai 10 anak tapi tidak pernah mencium mereka."

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata, "Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah Ta'ala telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan disayangi."

Kisah terakhir ini merupakan kisah yang cukup terkenal, dimana seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam untuk dido'akan dan diberi nama. Anak-anak tersebut dipangku oleh beliau. Tapi, ada seorang anak yang tiba-tiba kencing di pangkuan beliau.

Semua orang kaget dan berteriak. Beliau kemudian berkata, "Jangan diputuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya."

Tak ada marah atau hal buruk yang terjadi. Beliau lalu melanjutkan berdo'a dan memberikan nama kemudian membisiki orang tuanya agar jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Lalu beliau mencuci sendiri pakaian beliau.
MasyaAllah, betapa baiknya Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam kepada anak-anak. Para orang tua harusnya dapat mencontoh perbuatan beliau agar anak-anak tumbuh dalam kasih sayang dan pendidikan yang baik.