Senin, 10 Oktober 2016

Usaha Sampingan Tak Biasa Polisi Ini Patut Diacungi Jempol

Seseorang yang sudah memiliki pangkat dan jabatan, biasanya malu dan tidak ingin menjalani pekerjaan lain yang dirasa lebih rendah dari pekerjaannya yang sekarang.

Seperti halnya polisi, biasanya mereka yang sudah menjadi polisi tak ingin lagi repot melakukan pekerjaan lain yang lebih rendah dari polisi, jika pun ingin kerja sambilan biasanya menjadi pebisnis.

Anggapan orang-orang bahwa menjadi polisi pasti hidup berlebih harta, padahal kenyataannya tak selalu begitu. Masih ada juga polisi yang merasa kurang dengan penghasilannya dan memilih menjalani pekerjaan lain.

Bahkan, ada juga polisi yang tak malu dengan pekerjaan sampingan yang ia jalani diluar polisi, bagi mereka yang penting halal mereka akan jalani.

Usaha sampingan polisi yang tak biasa :
  1. Aiptu Ruslan, Tukang Sol Sepatu

    Aiptu Ruslan, seorang Kanit Binmas Polsek Pidie Aceh, melakukan pekerjaan sampingan sebagai tukang sol sepatu. Sepulang dari berdinas, ia langsung berganti profesi menjadi tukang sol sepatu. Hal ini ia lakukan untuk menambah uang belanja dan menghidupi istri serta kelima anaknya.
    Aiptu Ruslan / Gambar via tribratanewsaceh.com
    Tak hanya itu, orang tua Aiptu Ruslan yang tengah sakit keras membuatnya harus melakukan pekerjaan sampingan ini. Menurut Aiptu Ruslan, pekerjaan ini ia lakukan tanpa malu, karena yang penting adalah halal.

    Sehari-harinya, Aiptu Ruslan tetap menjalankan tugas utamanya sebagai anggota Polri dan sering melakukan penyuluhan di desa-desa.
  2. Aipda Suyono, Penjual di Warung Kaki Lima

    Bisnis merupakan pekerjaan yang digemari oleh banyak orang, selain pekerjaan utama juga dapat dijadikan pekerjaan sampingan. Seperti yang dilakukan oleh Aipda Suyono, personel Kepolisian Resor Berau, Kalimantan Timur.
    Aipda Suyono / Gambar via tribratanews.com
    Ia adalah seorang polisi yang juga penjual makanan di malam hari. Meski berjualan kaki lima, ia tak canggung dan tetap cekatan melayani pelanggan. Ayah dua anak ini tak pernah menyia-nyiakan warungnya jika tidak ada kesibukan dinas.
  3. Aiptu Mustamin, Tukang Tambal Ban

    Satu lagi profesi yang dilakoni polisi bernama Aiptu Mustamin asal Makassar ini adalah menjadi tukang tambal ban. Sudah 20 tahun ia melakukan profesi ini, dan sang istri menjual minuman, kopi, serta makanan ringan dengan gerobak.

    Pekerjaan sampingan ini ia lakukan karena hobi dan juga untuk menambah penghasilan. Sehari Aiptu Mustamin bisa mendapatkan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu.
    Aiptu Mustamin / Gambar via makassartoday.com
    Anak-anak Aiptu Mustamin sempat melarang sang ayah menjadi tukang tambal ban, bukan karena malu tapi karena mereka tak ingin ayahnya kerja berat dikarenakan usianya yang sudah menginjak 57 tahun. Namun karena hobi, Aiptu Mustamin tetap menjalani saja profesi tersebut.

    Polisi yang sehari-harinya mengendarai mobil Toyota Avanza itu tidak pernah melalaikan tugasnya sebagai polisi. Selain itu, atasannya pun tak keberatan karena profesi sampingan yang dijalani tidak melanggar aturan.
Masih banyak polisi berhati mulia yang memilih mencari uang sampingan meski harus sengsara daripada meminta uang yang tak halal tapi mudah didapatkan.