Sabtu, 08 Oktober 2016

MasyaAllah, Dibalik Sarang Laba-Laba Tersimpan Hikmah yang Luar Biasa!

loading...
Banyak sekali peristiwa yang terjadi di dunia ini. Peristiwa baik dan buruk, persitiwa kecil dan besar. Peristiwa buruk yang terjadi terkadang tidak diawali dengan hal besar, melainkan hal-hal sepele.

Seperti contohnya pembunuhan yang dilakukan oleh remaja, ia tega membunuh temannya lantaran hal sepele yang terjadi. Sebenarnya hal tersebut dapat diselesaikan tanpa adanya korban yang berjatuhan, namun karena tidak ada pikiran jernih, akhirnya hal buruklah yang terjadi.
Ilustrasi depresi karena rendahnya iman / Gambar via theodysseyonline.com
Hal itu terjadi karena lemahnya iman yang dimiliki oleh seseorang. Marah, putus asa, sedih yang berkepanjangan, stres, hingga depresi, merupakan gambaran hati yang tidak memiliki keimanan. Betapa pentingnya iman dimiliki oleh seseorang.

Berkacalah pada diri kita sendiri, apakah kita akan marah, sedih, putus asa, ketika apa yang kita inginkan tidak tercapai? Ketika kehilangan seseorang yang dicintai?

Perumpamaan dengan Rumah Laba-Laba

Munculnya rasa sedih, marah, putus asa, stres, depresi, adalah dikarenakan iman yang lemah. Memang ada kalanya kita bersedih atas suatu hal, tapi sedih itu sebaiknya hanya berlangsung selama sebentar saja, jangan berlarut-larut. Landaskan diri dan hati pada iman agar membawa pada kebaikan.

Perumpamaan hati manusia yang lemah ini seperti sarang laba-laba. Dimana sarang tersebut mudah rusak meskipun hanya diterpa angin, padahal membuatnya sangatlah susah dan membutuhkan pengorbanan.

Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Ankabut [29]: 41: "Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah Ta'ala adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui."

Iman seseorang lemah karena ia tidak ingat akan kekuasaan Allah Ta'ala. Menganggap apa yang ia raih, kesuksesan, kebahagiaan duniawi ini berasal dari kerja kerasnya. Padahal itu semua datangnya dari Allah Ta'ala. Rasa kurang bersyukur dan selalu tidak puas menjadi dasar rendahnya iman.

Untuk menghindari lemahnya iman, marilah kita sadar. Sandarkan diri pada Allah Ta'ala. Janganlah mengelu-elukan jabatan, kekayaan, kepopuleran, hingga lupa pada Sang Pemberi. Kebahagiaan bukan karena kekayaan, kepopuleran, pangkat, jabatan, melainkan kebahagiaan adalah ketika kita bersandar kepada Allah Ta'ala.

Boleh kaya, boleh populer, tapi ingat bahwa itu semua adalah amanah dari Allah Ta'ala. Kita harus menjaga dan menjalankan amanah tersebut dengan baik. Selalu bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah Ta'ala pada kita. Karena Allah Yang Maha Kaya tidak akan pernah lupa memberi rezeki kepada kita dengan berbagai cara.

Wallahu a'lam bishawab.
MasyaAllah, Dibalik Sarang Laba-Laba Tersimpan Hikmah yang Luar Biasa! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top